latihan militer gabungan antara Korea Selatan (Korsel) bersama Amerika Serikat (AS). Foto: Dok. Jung Yeon-Je/AFP/Getty Images
latihan militer gabungan antara Korea Selatan (Korsel) bersama Amerika Serikat (AS). Foto: Dok. Jung Yeon-Je/AFP/Getty Images

NUSANTARANEWS.CO, Korea Utara – Korea Utara menegaskan bahwa latihan militer gabungan antara Korea Selatan (Korsel) bersama Amerika Serikat (AS) merupakan penyebab utama meningkatnya ketegangan di Semananjung Korea.

Atas dasar itu, Korut meminta Korsel untuk menghentikan latihan gabungan tersebut apabila Korsel menginginkan benar adanya perdamaian.

“Jika Pemerintah Korsel benar-benar menginginkan perdamaian, mereka harus terlebih dulu menghentikan semua tindakan militer yang mereka lakukan dengan AS,” tulis surat kabar Partai Pekerja Korut Rodong Sinmun seperti dikutip Yonhap pada Kamis (11/1/2017).

Rodong Sinmun menyebut dalam tajuknya tersebut, persenjataan dan latihan militer bersama skala besar yang ia sebut dirancang mengancam serta menyerang Korut merupakan sumber utama ketegangan antar-Korea.

Hal tersebut, lanjut Rodong Sinmun yang tanpa tedeng aling-aling mencerimkan kebijakan pemerintah Korut, mendorong situasi Semenanjung Korea kian tak terprediksi dan berbahaya.

“Kedua Korea tidak dapat menghilangkan ketidakpercayaan dan konfrontasi, dan bergerak menuju penyatuan, di bawah tekanan militer yang terus-menerus,” tulisnya.

Pewarta: M. Yahya
Editor: Achmad S.

Komentar