Jelang Muscab Demokrat Surabaya Memanas, Lucy Kurniasari Diserang Isu Tak Sedap

Jelang Muscab Demokrat Surabaya memanas, Lucy Kurniasari diserang isu tak sedap
Jelang Muscab Demokrat Surabaya memanas, Lucy Kurniasari diserang isu tak sedap

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Muscab Partai Demokrat kota Surabaya mulai panas. Pasalnya, calon kuat Demokrat kota Surabaya Lucy Kurniasari diserang dengan isu tak sedap. Kebohongan publik terhadap Lucy Kurniasari mengemuka saat mendekati Muscab DPC Partai Demokrat Kota Surabaya.

Menurut Pudjianto, Ketua PAC Gubeng, kebohongan publik itu dinyatakan Ketua PAC Wonocolo Ribut Santoso, yang menyatakan dukungan untuk Lucy dipaksa, tidak murni dari hati.

“Tuduhan itu sangat keji, karena Surat Dukungan terhadap Lucy untuk mencalonkan menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya dilakukan di depan Notaris. Sebelum Surat Dukungan ditandatangani, notaris menanyakan apakah ada paksaan? Jawabannya tidak ada. Semua pernyataan tidak ada paksaan di rekam oleh notaris yang dapat dijadikan bukti,” tegas Pudjianto, Kamis (19/5).

Selain itu, Lucy dinilai pihak yang bertanggung jawab terhadap turunnya kursi Partai Demokrat di DPRD Kota Surabaya dari 6 menjadi 4 kursi pada Pileg 2019.

“Penilaian itu pasti salah sasaran. Sebab, Lucy Kurniasari menjadi PLT Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya setelah usai Pileg 2019,” jelas Wayan Rudi Hartonk Ketua PAC Bubutan.

Karena itu, tambah Rudi, Herlina Harsono Njoto yang harus bertanggung jawab atas turunnya kursi DPRD Partai Demokrat Kota Surabaya. Saat itu, Herlina menjabat sebagai Ketua Bappilu DPC Partai Demokrat Kota Surabaya.

“Herlina telah gagal membesarkan DPC Partai Demokrat dengan makin menurunnya kursi DPRD Partai Demokrat Kota Surabaya. Karena itu, sungguh aneh bila Herlina dinilai akan mampu membawa Demokrat kembali berjaya,” tanya Rudi.

Donny, Ketua PAC Mulyorejo, juga mempersoalkan upaya mendeskreditkan Lucy. Menurut Donny, Lucy ingin menghapus budaya politik uang dalam pemilihan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya. Hal itu sejalan dengan keinginan DPP Partai Demokrat yang akan memghapus politik uang di Jawa Timur.

Baca Juga:  Terpilih Secara Aklamasi, Miseri Kembali Pimpin Demokrat Ponorogo

Donny mempersoalkan hal itu, karena ia mendengar perpindahan dukungan beberapa Ketua PAC karena politik uang. Mereka diberi uang Rp 2,5 juta serta dijanjikan satu unit sepeda motor Bit dan pekerjaan bila Herlina menang dalam Muscab Partai Demokrat Kota Surabaya.

Jadi, menurut Moch. Basori, Ketua PAC Tegalsarj, mereka yang mendukung Herlina hanya mencari pembenaran dengan menyudutkan Lucy. Mereka telah melakukan kebohongan publik, yang ingin merusak citra Lucy sebagai kader yang berintegritas dan santun dalam berpolitik.

Padahal, kata Basori, selama dipimpin Lucy, roda organisasi Partai Demokrat Kota Surabaya sudah berjalan dengan baik. “Semua Instruksi Ketua Umum, rapat konsolidasi, dan pendidikan politik sudah berjalan baik di tingkat DPC, DPAC, dan Ranting semua dilibatkan. Bahkan Lucy rajin turun ke masyarakat dan membantu yang membutuhkannya,” tutup Basori. (setya)