Connect with us

Traveling

Ini Perbedaan Wisatawan Tua dan Muda Saat Traveling

Published

on

Ada perbedaan wisatawan tua dan muda saat mereka berlibur atau traveling. Foto: trip-experiences.com

NUSANTARANEWS.CO – Penelitian oleh platform perdagangan perjalanan, Travelport mengungkapkan perbedaan mendasar antara pelancong tua dan muda ketika mereka hendak melakukan traveling.

Penelitian ini menyoroti perbedaan kuat antara pelancong yang lebih tua dan lebih muda. Penelitian ini dipandang menarik karena persentase wisatawan di sleuruh dunia meningkat tajam menjadi 61 persen.

“Wisatawan yang berusia lebih tua cenderung tahu sebelumnya apa yang mereka cari saat mereka akan melakukan perjalanan,” kata para periset seperti dikutip The Independent.

“Mereka suka lebih suka mencoba dan menguji kembali rencana perjalanan dan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mencari inspirasi atau hal-hal baru. Mereka juga cenderung tidak terpengaruh oleh media sosial, dan dengan senang hati akan memesan perjalanan berdasarkan apa yang telah mereka lakukan sebelumnya,” kata periset.

Sebaliknya, pelancong yang berusia lebih muda justru lebih bergnatung pada bantuan dan nasihat dari orang lain. Artinya, mereka menggunakan media sosial dan meninjau situs wes untuk meneliti gagasan liburan mereka.

“Namun, ini bisa menjadi hal yang membingungkan mereka karena banyak dari mereka melaporkan merasa terbebani oleh informasi dan tidak yakin dengan siapa mereka menaruh kepercayaannya,” ujar periset lagi.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa empat dari lima anak berusia 18-24 tahun membuka video dan foto yang diposting temannya di media sosial.

Rata-rata pelancong Inggris menggunakan 14 aplikasi smartphone saat mereka traveling. Di China, orang rata-rata mengggunakan aplikasi sebesar 20 persen.

Secara global, periset menamukan bahwa orang-orang India adalah juara dunia dalam penggunaan digital untuk kepentingan tranveling mereka.

“Mereka jelas menyukai kenyamanan smartphone mereka dan sering menggunakannya, mulai dari pemesanan perjalanan naik pesawat dengan boarding pass digital,” kata periset.

Baca Juga:  Cara Hemat Bepergian Gunakan Pesawat

China berada di urutan kedua, disusul Indonesia, Brasil dan Arab Saudi. “Temuan ini menunjukkan pentingnya alat digital bagi para pelancong sebelum, selama dan bahkan setelah perjalanan mereka,” ujar Presiden Travelport, Gordon Wildon. (ed)

Editor: Eriec Dieda/NusantaraNews

Loading...

Terpopuler