FeaturedTerbaru

Indonesia-Selandia Baru Perangi Sampah Plastik Laut

NUSANTARANEWS.CO, Bali – Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Duta Besar Jose Tavares dalam keterangan tertulis menjelaskan laut saat ini tengah menghadapi masalah serius. Dimana setiap tahun sedikitnya 12,7 juta metrik ton sampah plastik dibuang ke laut. Sampah plastik ini lanjut dia tidak hanya mencemari lautan, tapi juga membahayakan kelangsungan makhluk hidup. Hal ini disampaikan Tavares saat mewakili Menlu RI, Retno Marsudi, saat membuka acara Konferensi East Asia Summit (EAS) untuk Memerangi Sampah Plastik di Bali, 6-7 September 2017.

“Sekitar 80% sampah plastik di laut berasal dari daratan dan disebabkan oleh pengelolaan sampah yang kurang efektif dan perilaku buruk dari masyarakat pesisir di seluruh dunia dalam menangani sampah plastic,” lanjut Dubes Tavares. Polusi laut akibat sampah plastik ini tidak hanya berdampak buruk terhadap lingkungan tapi juga merugikan dari sisi ekonomi karena pendapatan negara dari sektor kelautan juga menurun.

“Dalam kaitan ini, EAS harus memainkan peran yang aktif dan penting. Melalui konferensi ini, diharapkan muncul berbagai solusi konkret untuk menangani permasalahan sampah plastik di laut,” ia menegaskan.

Baca Juga:  Ketum PPWI Bersama Tim Penasehat Hukum Berkunjung Kekantor DPC PPWI Kuantan Singingi

Sementara itu, Deputi Sumber Daya Manusia, Iptek, dan Budaya Maritim, Dr. Safri Burhanuddin, dalam sambutan kuncinya menjelaskan mengenai upaya Indonesia dalam penanganan sampah plastik, misalnya melalui pembuatan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Sampah Plastik. Hal ini berkaitan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi 70% kontribusi Indonesia terhadap sampah plastik di laut sebelum 2025.

Konferensi East Asia Summit (EAS) untuk Memerangi Sampah Plastik di Laut ini diselenggarakan oleh Indonesia dan Selandia Baru, dihadiri oleh lebih dari 85 peserta perwakilan dari negara peserta EAS, baik dari track I (pemerintah) maupun track II (swasta, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, perwakilan ASEAN Secretariat, dan lainnya).

Dalam konferensi  Delegasi Indonesia menyampaikan beberapa langkah yang telah dilakukan Indonesia untuk memerangi sampah plastik di laut, diantaranya adalah penerbitan Perpres No. 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia (Februari 2017) dan National Plan of Action on Marine Plastic Debris 2017-2025 (Mei 2017), Kampanye Combating Marine Plastic Debris serta Reduction Plastic Bag Production and Use. (*)

Baca Juga:  Bupati Nunukan Sampaikan Nota Keuangan APBD Perubahan Tahun 2022

Pewarta/Editor: Romandhon

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 3