Herlina terancam dicoret di Muscab Demokrat Surabaya, Lucy Kurniasari beber ada dukungan ganda

Herlina terancam dicoret di Muscab Demokrat Surabaya, Lucy Kurniasari beber ada dukungan ganda
Herlina terancam dicoret di Muscab Demokrat Surabaya, Lucy Kurniasari beber ada dukungan ganda.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – DPD Partai Demokrat Jatim akhirnya selesaikan pelaksanaaan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC 22 Kota Kabupaten di Jatim yang berkangsung serentak di Shangrila hotel, Senin (20/6).

Dalam muscab yang belangsung serentak ini sebanyak 16 DPC mengusulkan calon tunggal dan 6 DPC calon lebih dari satu. Sedangkan Kota Malang yang rencananya ikut dalam Muscab serentak hari ini, dibatalkan dan akan mengikuti Muscab tahap III. Muscab juga digelar untuk DPD Demokrat kota Surabaya.

Lucy Kurniasari calon Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya mengapresiasi pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) IV Partai Demokrat Kota Surabaya.Lucy, yang juga Anggota Komisi IX DPR RI ini menilai, pelaksanaan Muscab IV di Hotel Sangrila Surabaya sudah berjalan sesuai AD/ART, Peraturan Organisasi (PO), dan Tata Tertib Muscab.

Menurut Lucy, suara dukungan ganda ditegaskan oleh DPP akan dikenakan sanksi organisasi. Sebentar lagi, kata Lucy, surat sanksi dari DPP kepada 9 PAC pendukung Herlina akan turun sebagai pembelajaran agar tidak mudah memberi dukungan ganda.

“Ketua terpilih nanti harus dapat merangkul semua kader dengan tujuan untuk membesarkan partai, termasuk target pemenangan pada Pemilu 2024. Saatnya semua kader merapatkan barisan agar tetap solid bersama kita kuat bersatu kita bangkit,” jelas Ning Surabaya 1986 ini.

Sementara itu, Ketua Demokrat Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan dalam muscab ini tidak soal kalah menang tapi ini adalah ajang konsolidasi regenarasi kepemimpinan yang baik bagi perjalanan Partai Demokrat.

Apalagi ini menjelang pelaksanaan verikasi parpol. Sehingga perlu ada kesatuan dalam langkah kebersamaan untuk kebesaran Partai Demokrat di Jatim.

“Alhamdulillah Muscab berjalan lancar. Guyub dan rukun tersajikan. Ada aksi adalah sebuah dinamika. Yang penting bukan kalah menang tapi bagimana kita bisa memaknai muscab sebagai salah satu instrumen partai untuk terus bergerak. Kita harus bisa menerima apapun hasilnya,” ujarnya.

Kembali pria yang Wakil Gubernur (Wagub) Jatim ini menegaskan, apa yang dilalukan Demokrat dalam penentuan ketua DPC ini merupakan metode terbaik bagi kesebesar partai.

Ini lanjut Emil merupakan momen untuk melihat kedewasaan kader serta soliditas kader partai sampai tingkat bawah. (setya)