Lintas NusaPeristiwa

Gusdurian: Mau Jadi Pemimpin? Belajarlah Pada Petani

NUSANTARANEWS.CO – Penggiat Gusdurian Lampung, Gatot Arifianto, mengajak pelajar Way Kanan untuk belajar pada petani jika ingin menjadi pemimpin. Pernyataan itu disampaikan pemilik gelar adat Ratu Ulangan tersebut saat mengisi materi kepemimpinan bagi peserta kemah bhakti Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam (Pemula) setempat.

“Satu tugas pemimpin, bukan untuk mencari pengikut, namun mempersiapkan pemimpin berikutnya dan itu perlu proses. Apa saja yang dilakukan petani?” kata dia di Blambangan Umpu, Ahad (18/12).

Ketua PC GP Ansor Way Kanan itu melontarkan pertanyaannya kepada pelajar SMA sederajat yang mengikuti kegiatan berlangsung di Lapangan Tiyuh Bindom KM4 Blambangan Umpu itu.

Sejumlah peserta menjawab, “petani adalah orang bercocok tanam. Hal dilakukan petani antara lain menyemai benih, merawat, memupuk agar tanaman tumbuh optimal hingga memanen pada waktunya.”

Penggiat Gusdurian Lampung Gatot Arifianto mengisi materi kepemimpinan di acara Pemula Way Kanan/ Foto Disisi Saidi Fatah
Penggiat Gusdurian Lampung Gatot Arifianto mengisi materi kepemimpinan di acara Pemula Way Kanan/ Foto Disisi Saidi Fatah

“Lalu bagaimana dengan hasil panennya? Apakah petani menikmatinya sendiri?” tanya Gatot lagi merespon jawaban peserta. Para pelajar yang ikut kegiatan dengan cepat menjawab, “tidak”. Hasil panen petani menurut mereka dinikmati banyak orang.

Baca Juga:  Kongres PPWI ke III 2022 Ketua DPC Jembrana Dapat Kehormatan Sebagai Delegasi Dalam Negeri

“Banyak orang menikmati hasil petani, seperti itu pula ketika menjadi pemimpin. Apa yang dilakukannya harus bermanfaat bagi banyak orang. Selain itu, pemimpin harus sebagaimana petani, mempersiapkan regenerasi atau pemimpin berikutnya. Dan itu butuh waktu seperti bagaimana petani merawat biji menjadi tanaman hingga berbuah dan bisa dipanen,” papar Gatot.

Gatot mengajak, peserta kegiatan untuk mendekati kenyataan keseharian. “Sering tidak membahas petani? Tidak? Jangan jauh dari kenyataan. Apa yang dilakukan petani ternyata tidak jauh dengan bagaimana cara menjadi pemimpin. Pada siapa saja kita bisa belajar, termasuk pada petani untuk menjadi pemimpin. Selain itu, pemimpin juga harus berani berpikir. Itu kenapa saya mengajak sahabat-sahabat berpikir dan ternyata bisa,” ujar Motivator Peta Potensi di De Most itu.

Pemula Way Kanan menggelar kemah bakti, Jumat hingga Ahad, 16 -18 Desember 2016. Kegiatan dalam rangka peringatan Hari Pohon se-Dunia pada 21 November lalu, serta pencanangan Way Kanan GEMAR (Gerakan Menanam Ramik Ragom). Selain itu, kegiatan lain tersebut ialah donor darah serta gotong royong membersihkan ruas jalan utama di Blambangan Umpu. (ris/red-02)

Related Posts

1 of 26