Connect with us

Politik

Enam Orang Tewas Akibat Bentrokan Menolak Hasil Pemilu

Published

on

Sudah 6 Orang Tewas Akibat Bentrokan

Polisi Indonesia menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa selama demonstrasi di luar kantor Badan Pengawas Pemilu di Jakarta. Foto: AFP / Getty Images

NUSANTARANEWS.CO – Enam orang tewas akibat bentrokan semalam, dilansir Theguardian. Enam orang tewas dan lebih dari 200 orang lainnya luka-luka setelah bentrokan massa dengan pasukan keamanan semalam, tulis media asing itu dengan judul: Indonesia riots: six dead after protesters clash with troops over election result

Aljazeera juga melaporkan peristiwa semalam dengan tajuk “Jakarta on alert as Indonesia post-election protests turn violent” di mana Jakarta dalam keadaan siaga karena aksi protes pasca pemilu telah berubah menjadi kekerasan. Aljazeera juga menambahkan bahwa situasi menjadi semakin buruk dengan adanya aksi massa yang menolak hasil pemilu.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian telah menembakkan gas air mata kearah kerumunan masa untuk membubarkan para pengunjuk rasa yang menolak hasil pemilu.

Juru bicara Kepolisian, Dedi Prasetyo mengatakan bahwa protes penolakan terhadap hasil akhir pemilihan presiden bulan lalu – telah berubah menjadi kekerasan pada Selasa malam dan berlanjut hingga dini hari Rabu.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang melakukan pemantauan langsung di lapangan, dalam kunjungannya di RSUD Tarakan, tadi pagi juga membenarkan bahwa sudah ada enam orang yang meninggal dunia akibat bentrokan semalam, dikutip CNN Indonesia.

“Sejauh ini sudah ada 6 orang korban meninggal,”kata Anies pada hari Rabu (22/5) pagi.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti mengatakan: satu di RS Budi Kemulyaan, satu di RS Pelni, dua di Budi Kemuliaan, satu di Bintoharjo, dan satu lagi di RSCM.

Selain itu, ada sekitar 200 orang yang luka-luka dan dilarikan ke sejumlah rumah sakit. Pihak runah sakit juga mengerahkan ambulan di titik-titik kerusuhan dan membawa korban langsung ke rumah sakit jika dibutuhkan.

Baca Juga:  Polemik Sistem IT KPU, Mahfud MD dan Rizal Ramli Saling Sahut di Media Sosial

“Jadi kira-kira ada sekitar 200-an orang luka-luka sampai jam 09.00 ini dan ada sekitar 6 orang yang sudah tercatat meninggal,” ungkap Dian.

Setelah bentrokan semalam, aparat kepolisian masih tetap mempertahankan barikade meski masa sudah terlihat lebih tenang di sekitar gedung Bawaslu. Namun, aparat keamanan tetap berjaga dengan perlengkapan lengkap anti huru hara, mulai dari tameng, tongkat kayu, helm, dan juga senapan gas air mata – di samping peluru karet dan peluru tajam tentunya.

Di sekitar asrama Brimob Jl KS Tubun Petamburan Jakarta Barat, polisi juga terlihat terus siaga berjaga-jaga.

Terpantau pula oleh beberapa saksi mata bahwa terlihat beberapa kali petugas kepolisian mengangkut para pelaku dengan menggunakan mobil dan bus polisi.

Sementara itu, petugas dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta juga terlihat sudah mulai sibuk melakukan pembersihan jalan dari pecahan beling dan barang-barang lain sisa kerusuhan. (Agus Setiawan)

Terpopuler