Connect with us

Ekonomi

DPRD Jatim Sambut Baik Rintisan Sister Province Jatim Dengan Rusia

Published

on

Anggota DPRD Jatim Samwil (Foto Dok. Nusantaranews)

Anggota DPRD Jatim Samwil (Foto Dok. Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Anggota DPRD Jatim H. Samwil berharap dan menyambut baik rencana dikembangkannya kerjasama antara Jatim dan Rusia dalam bentuk sister Province.

Samwil mengatakan kerjasama tersebut tentunya diharapkan mampu mendongkrak perekonomian di Jatim. “Membangun Sister Province dengan Rusia sangat kami harapkan karena negara tersebut merupakan pangsa pasar yang potensial untuk Jatim. Kami mendukung langkah Pemprov untuk peningkatan tersebut,” kata dia di Surabaya, Sabtu (3/11/2018).

Politisi asal Partai Demokrat ini mengatakan kerjasama dengan Rusia tersebut diharapkan berdampak pula dengan kerjasama dengan negara lainnya yang tentunya dapat mendongkrak perekonomian di Jatim.

“Kami berharap rintisan sister Province ini bisa memicu negara lainnya untuk membentuk sister Province dengan Jatim,” jelasnya.

Baca Juga:
Pekan Depan BI Laporan Current Account Nasional, Rupiah Disebut Akan Terbebani
Wajar Presiden Jokowi Gelisah Soal Neraca Transaksi Berjalan

Loading...

Sebelumnya, Dubes LBBP (Luar Biasa Berkuasa Penuh) RI di Rusia, Mohamad Wahid Supriyadi saat di Surabaya mengatakan, kunjungan ke Jatim ini dilakukan untuk mendorong ekspor produk-produk Jatim ke Rusia terutama buah mangga dan perhiasan serta realisasi kerjasama sister Province.

“Kami juga menyampaikan usulan pemerintah St. Petersburg yang ingin menjalin hubungan Sister Province dengan Jawa Timur,” sambung dia.

Sedangkan untuk neraca perdagangan Jatim dengan Rusia selama kurun waktu 2014 hingga Juni 2018, setiap tahunnya menunjukkan angka defisit bagi Jatim. Dimana ekspor Jatim ke Rusia dari Januari sampai dengan Juni 2018 sebesar US$ 78,95 juta. Adapun 3 komoditi ekspor utama non migas yaitu bahan kimia organik, alas kaki, lemak dan minyak hewan/nabati.

Sementara impor Jatim dari Rusia, tercatat Januari hingga Juni 2018 sebesar US$ 232,11 juta. Dengan 3 komoditi utama impor non-migas yaitu besi, baja, pupuk, dan gandum-ganduman.

Baca Juga:  Gerindra dan Demokrat Mewacanakan Perjodohan Prabowo-AHY di Pilpres 2019

Pewarta: Setya
Editor: Alya Karen

Loading...

Terpopuler