Connect with us

Traveling

DPRD Jatim Dorong Pemaksimalan Destinasi Pelabuhan Jangkar

Published

on

DPRD Jatim Noer Sucipto Dorong Pemaksimalan Destinasi Pelabuhan Jangkar. (Foto: Setya/NUSANTARANEWS.CO)

DPRD Jatim Noer Sutjipto Dorong Pemaksimalan Destinasi Pelabuhan Jangkar. (Foto: Setya/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Komisi B DPRD Jatim berharap dengan beroperasinya pelabuhan Jangkar di kabupaten Situbondo dapat meningkatkan pariwisata di kabupaten tersebut.

“Sesuai harapan semua adanya peningkatan wisata di wilayah tersebut jika pelabuhannya sudah dioperasikan,” ungkap anggota Komisi B DPRD Jatim Noer Sutjipto saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Kamis (6/6/2019).

Dikatakan politisi asal Partai Gerindra ini, dengan kedalaman dermaga yang mencapai delapan meter, ia menyebut kapal pesiar bukan tidak mungkin bersandar ke Pelabuhan Jangkar.

“Promosi pariwisata Kabupaten Situbondo bisa juga ikut digencarkan. Mulai Baluran, Pantai Bama, Pantai Pasir Putih,” jelas pria asal Trenggalek ini.

Noer Soetjipto menambahkan, pihaknya akan mensupport langsung ke Pemprov Jatim termasuk penambahan anggaran dalam perluasan pelabuhan tersebut dengan harapan pelabuhan tersebut bisa dimaksimalkan untuk support pariwisata diwilayah Situbondo dan sekitarnya.

Sebelumnya, gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan pelabuhan Jangkar di kabupaten Situbondon yang pembangunannya dibantu dengan APBD Pemprov Jatim ini sudah siap digunakan. Tinggal menunggu izin trayek dari Kementerian Perhubungan.

Dikatakan oleh Khofifah, bahwa Pemprov Jatim akan menyiapkan infrastruktur akses jalan ke Pelabuhan Jangkar. Tepatnya melebarkan jalan dan juga menguatkan aspal untuk menjadi akses ke Pelabuhan Jangkar.

Dana pelebaran jalan ini bakal disiapkan Pemprov Jawa Timur. Menurut Khofifah bakal dialokasikan melalui perubahan anggaran keuangan APBD 2019 mendatang.”Tadi saya sudah sampaikan kita anggarkan di PAPBD. Kira-kira butuh Rp 20 miliar. InsyaAllah Pemprov akan anggarkan skema bantuan keuangan daerah untuk membangun jalan 4,5 kilometer tersebut,” tandas mantan Mensos ini.

Pewarta: Setya

Terpopuler