Rubrika

Doa Ribuan Pendekar Silat Ponorogo untuk Indonesia

Ribuan pendekar silat Persudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo untuk kedua kalinya mengikuti Kegiatan Bumi Reyog Berdzikir (BRB). (Foto: Muh Nurcholis)
Ribuan pendekar silat Persudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo untuk kedua kalinya mengikuti Kegiatan Bumi Reyog Berdzikir (BRB). (Foto: Muh Nurcholis)

NUSANTARANEWS.CO, Ponorogo – Doa Ribuan Pendekar Silat Ponorogo untuk Indonesia. Aloon-aloon Kabupaten Ponorogo berubah menjadi lautan manusia, Minggu (30/12/2018). Pasalnya mulai pagi, sebanyak 45 ribu lebih Warga Persudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo untuk kedua kalinya mengikuti Kegiatan Bumi Reog Berdzikir (BRB).

Ketua PSHT Cabang Ponorogo, Mas Prijono Boedi Setiawan menyampaikan bahwa BRB 2018 mengambil tema Dengan Semangat Jiwa Setia Hati dan Tekad Memayu Hayuning Bawono Kita Wujudkan Masyarakat yang Aman, Adil, Makmur, Sejahtera di Bawah Naungan NKRI.

Ribuan pendekar silat Persudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo untuk kedua kalinya mengikuti Kegiatan Bumi Reyog Berdzikir (BRB). (Foto: Muh Nurcholis)
Ribuan pendekar silat Persudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo untuk kedua kalinya mengikuti Kegiatan Bumi Reyog Berdzikir (BRB). (Foto: Muh Nurcholis)

Selain itu dia menambahkan bahwa dalam BRB 2018 ini juga dilakukan Deklarasi Pemilu Damai 2019. “Kami warga PSHT Cabang Ponorogo akan berpartisipasi penuh mendukung Pemkab Ponorogo yaitu mengawal Pemilu Damai sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat dan Pemkab Ponorogo serta bangsa Indonesia,” tandas Mas Prijono Boedhi Setiawan dihadapan warga PSHT.

Lebih lanjut dia menyampaikan jika deklarasi pemilu damai sebagai peran serta warga PSHT Cabang Ponorogo dalam mengawal Pemilu 2019. “Kami pastikan warga PSHT Cabang Ponorogo akan mengawal dan menjaga Pemilu 2019 yang aman, tertib, sejuk, dan damai,” imbuhnya.

Baca Juga:  Rakorwil II MW KAHMI Jabar, Anggota DPD RI Fachrul Razi: Perkuat Entrepreneurship dan Character Building
Ribuan pendekar silat Persudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo untuk kedua kalinya mengikuti Kegiatan Bumi Reyog Berdzikir (BRB). (Foto: Muh Nurcholis)
Ribuan pendekar silat Persudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo untuk kedua kalinya mengikuti Kegiatan Bumi Reyog Berdzikir (BRB). (Foto: Muh Nurcholis)

Tampak hadir dalam BRB 2018 adalah Mas Ipong Muchlissoni selaku Bupati Ponorogo bersama Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant dan Dandim 0802/Ponorogo, Letkol Inf Made Sandy Agusto beserta jajaran Forkompimda Ponorogo.

Ribuan pendekar silat Persudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo untuk kedua kalinya mengikuti Kegiatan Bumi Reyog Berdzikir (BRB). (Foto: Muh Nurcholis)
Ribuan pendekar silat Persudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo untuk kedua kalinya mengikuti Kegiatan Bumi Reyog Berdzikir (BRB). (Foto: Muh Nurcholis)

Hadir pula beberapa Kyai Khos Ponorogo, diantaranya KH. Anshor M. Rusyidi selaku Wakil Rois Syuriah NU Ponorogo, KH. Fatkurroji Tantowi selaku Mutasyar NU Ponorogo, KH. Kholiq Ridwan dan KH. Jiryan Hasbulloh selaku Mutasyar NU Ponorogo.

“Juga Kyai Khos lainnya, diantaranya adalah KH. Samsul Huda, KH. Mansur Kyai Ismail Sadzali, Kyai Ali Mashud dan Kyai Haji Khudhori,” tegasnya.

Ribuan pendekar silat Persudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo untuk kedua kalinya mengikuti Kegiatan Bumi Reyog Berdzikir (BRB). (Foto: Muh Nurcholis)
Ribuan pendekar silat Persudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo untuk kedua kalinya mengikuti Kegiatan Bumi Reyog Berdzikir (BRB). (Foto: Muh Nurcholis)

Seluruh kegiatan BRB 2018 dicatat oleh Lembaga Prestasi Indonesia dan Dunia untuk beberapa kategori. “Hari ini kami juga adakan doa’ bersama untuk keselamatan Bangsa Indonesia dan penggalangan dana dari warga PSHT Ponorogo bagi korban Tsunami Banten dan Lampung,” urainya.

Dalam sambutannya Bupati Ponorogo, Mas Ipong Muchlissoni memaparkan bahwa pihaknya mengapresiasi BRB 2018 serta Deklarasi Damai Pemilu 2019 yang diadakan oleh keluarga besar PSHT Cabang Ponorogo. “Alhamdulilah walaupun berbeda pandangan politik tetapi warga PSHT Ponorogo tetap bersatu menjaga persaudaraan,” papar Mas Ipong.

Baca Juga:  Gawat, Pengelolaan PAUD di Jawa Timur Masih Tebang Pilih

Pewarta: Muh Nurcholis
Editor: M Yahya Suprabana

Related Posts

1 of 3,075