Connect with us

Politik

Ditolak, People Power Disebut Tumbuhkan Kegaduhan Nasional

Published

on

Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo, KH. Haris Damanhuri. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Setya)

Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo, KH. Haris Damanhuri. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Setya)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo, KH. Haris Damanhuri mengatakan pihaknya mengaku prihatin, karena isu People Power berpotensi kegaduhan nasional dan mencerai-berai persaudaraan bangsa, sehingga People Power harus di tolak setegas mungkin.

Menurutnya, para elit politik bangsa ini harus bisa menunjukkan sikap kedewasaan dan bersikap Uswatun Khasanah, agar supaya bisa menjadi cermin masyakarat, utamanya pascapemilu 2019 ini.

“Sikap Uswatun Khasanah dengan melakukan rekonsiliasi sebagai solusi persoalan Pemilu 2019, yaitu harus mengedepankan musyawarah mufakat. Sebagaimana ciri khas bangsa ini dalam menyelesaikan tiap persoalan. Paling tidak, masih ada jalur konstitusi yang bisa ditempuh, jikapun tidak ada titik temunya,”ungkapnya, saat dikonfirmasi, sabtu (18/5)

Bangsa ini, kata pria yang akrab dipanggil Gus Haris, warga sudah baik, tentram dan nyaman. Sehingga jangan dibikin Gaduh, hanya karena kepentingan politik.

Jika ada kecurangan dalam Pemilu 2019, sambung Gus Harris, masih ada mekanisme hukum yang bisa ditempuh. Jangan kemudian, jalur konstitusional belum di tempuh sudah ada ribut-ribut soal people power.

“Saya melihatnya, ini sangat rawan ditunggangi oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan. Apalagi, memang tidak menginginkan bangsa ini jadi baik, hingga menjadi bangsa yang suka perang sperti halnya yang terjadi di beberapa negara Jazirah Arab. Naudzubillah Tsumma Naudzubillah,”ulasnya.

Gus Haris meyakini, kalau jiwa kenegarawanan masih menjadi karakter kolektif para elite politik bangsa ini.

“Selebihnya kami hanya berharap ketentraman dan persatuan bangsa ini tetap terjaga santun dengan satu Ideologi yaitu Pancasila. Semoga Bangsa ini istiqamah dalam lindungan Allah SWT,”pungkasnya. (setya)

Editor: Achmad S.

Terpopuler