Connect with us

Kesehatan

DBD Tertinggi Se-Indonesia, DPRD Jatim Desak Gubernur Tetapkan KLB

Published

on

dbd, dbd jatim, penderita dbd, demam berdarah dengue, dbd indonesia, puskesmas jatim, nusantaranews, demam berdarah, dinkes jatim, mohammad alimin, dprd jatim

Anggota Komisi E DPRD Mohammad Alimin. (Foto: Setya N/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Komisi E DPRD Jatim mendorong Pemprov segera menetapkan KLB (Kondisi Luar Biasa) di Jatim mengingat penderita DBD (Demam Berdarah Dengue) tertinggi se-Indonesia.

Kementerian Kesehatan pada Rabu (30/1) memaparkan kondisi demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia. Dari paparan tersebut terlihat bahwa jumlah penderita DBD di Jawa Timur (Jatim) tertinggi di Indonesia. Menurut data Selasa lalu (29/1) ada 2.657 orang yang terjangkit DBD dan 47 di antaranya meninggal.

“Kami minta segera gubernur Jatim untuk menetapkan KLB. Perlu ada penanganan khusus di Jatim. Ini sangat mengkhawatirkan sekali,” ungkap anggota Komisi E DPRD Mohammad Alimin di Surabaya, Kamis (31/1/2019).

Baca juga: Tembus 2.488 Orang, DPRD Prihatin Penderita DBD di Jatim Tinggi

Politisi asal Partai Golkar ini minta agar Pemprov dalam hal ini Dinkes Jatim untuk segera berkoordinasi dengan daerah untuk melakukan upaya kuratif untuk penanggulangan DBD di Jatim.

“Jangan sampai korban setiap hari berjatuhan yang berujung kematian akibat DBD ini,” sambungnya.

Pria asal Tulungagung ini menambahkan, tak hanya itu dirinya berharap seluruh rumah sakit hingga puskesmas di seluruh Jatim menyiapkan ketersediaan obat dalam penanganan DBD tersebut.

Loading...

Sebelumnya, Gubernur Jatim, Soekarwo belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD). Tetapi, ada beberapa kabupaten dan kota yang perlakuan bantuannya seperti KLB.

Menurut orang nomor satu di Jatim ini, kedua daerah itu, Jombang, dan Bojonegoro, sudah dianggap serius. Pihaknya sudah meminta bupati lebih mengintensifkan program pencegahan demam berdarah. Sekalipun sudah lama tidak ada pasien yang terjangkit demam berdarah.

Pewarta: Setya N
Editor: Novi Hildani

Terpopuler