Connect with us

Gaya Hidup

Darud Donya Aceh Minta Dunia Selamatkan Kaum Rohingya

Published

on

Darud Donya Aceh minta dunia selamatkan kaum Rohingya.

Darud Donya Aceh minta dunia selamatkan kaum Rohingya. Evakuasi pengungsi Rohingya, kamis (25/6)/Foto: BBC.

NUSANTARANEWS.CO, Aceh – Darud Donya Aceh minta dunia selamatkan kaum Rohingya. Pada hari kamis (25/6), dalam keadaan cuaca yang tidak bersahabat tampak sebuah kapal pengungi Rohingya kembali terlihat terombang-ambing di laut Aceh.

Evakuasi pun segera dilakukan oleh rakyat Aceh tak peduli dengan cuaca hujan deras dan petir yang menyambar-nyambar. Dengan penuh rasa kasih sayang mereka ditarik ke daratan. Kembali sebanyak 94 orang pengungsi Rohingya yang terombang ambing di laut Aceh diselamatkan. Mereka sudah dalam kondisi kelaparan, kehausan dalam perahu yang nyaris tenggelam.

Rakyat Aceh pun saling bahu membahu menyiapkan tempat beristirahat dan saling sumbang menyumbang makanan dan keperluan bagi para pengungsi yang juga banyak anak-anak dan orang-orang tua.

“Saat ini hanya rakyat Aceh yang menerima pengungsi Rohingya dengan tangan terbuka,” kata Cut Putri, Ketua Darud Donya Aceh.

Cut Putri, menyerukan dengan hormat kepada negara-negara di dunia untuk memperhatikan secara serius masalah Rohingya. Apalagi penderitaan masyarakat Rohingya yang tidak diakui sudah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun.

Pengungsi Rohingya/Foto: Antara

Darud Donya mengingatkan bahwa masalah ini bisa menjadi sejarah kelam bagi dunia hingga ratusan tahun yang akan datang apabila dunia terus berdiam diri dengan penderitaan sebuah etnis.

“Bangsa Aceh sejak dahulu kala selalu membantu kapal-kapal yang mengalami musibah atau karam di perairan Aceh tanpa peduli asal usulnya,” tuturnya, “Sejarah Aceh mencatat bahwa saat Mani Purindam Nenek Moyang dari Tun Sri Lanang tenggelam dikawasan Samudera Pasai, rombongannya telah ditolong langsung oleh Raja dan Rakyat Pasai, bahkan diberikan harta secukupnya untuk dapat pergi melanjutkan perjalanan ke tempat tujuannya ke Malaka.”

Baca Juga:  Angicipi Green Action, Wujud Filosofi Humanis Antara Manusia dan Lingkungan

Kini ratusan tahun kemudian, ketika Aceh adalah salah satu kawasan termiskin di Indonesia – masyarakat Aceh dengan penuh kehormatan masih tetap meneruskan tradisi mulia leluhur untuk menyelamatkan orang-orang yang karam dan kesusahan dilautan.

Cut Putri juga mengungkapkan bahwa pada masa lalu Rohingya adalah sebuah kerajaan bernama Arakan yang memiliki hubungan akrab dengan Kesultanan Aceh Darussalam. Kapal Arakan banyak yang datang ke Aceh untuk berdagang dan menjalin persaudaraan dengan Aceh Darussalam. Namun sejak Arakan dikalahkan, banyak situs sejarahnya yang hilang dan sengaja dimusnahkan, kemudian sejarah jati diri mereka dilenyapkan, sehingga jadilah mereka bangsa tanpa negeri.

Oleh karena itu, Darud Donya Aceh meminta negara-negara Muslim untuk aktif membantu meringankan penderitaan kaum Rohingya. Apalagi dalam konvensi dunia ke-18 The Malay and Islamic World Organisation/Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) yang dihadiri oleh 22  negara rumpun melayu sedunia, telah menghasilkan salah satu resolusi dunia yaitu: “Menyelamatkan sejarah-sejarah Islam di negara-negara Islam, salah satunya di Palestina, Rohingya, dan Aceh”.

Darud Donya Aceh juga meminta bantuan secara khusus kepada Pemerintah Turki agar dapat membantu Aceh menangani krisis pengungsi Rohingya, dan melibatkan Aceh secara langsung dalam penyelesaian konflik di kawasan Myanmar, karena Aceh juga terdampak langsung dengan banyaknya Pengungsi Rohingya yang datang ke Aceh.

Ketua Darud Donya, Cut Putri saat menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Turki

“Darud Donya Aceh meminta Turki dan UNHCR agar melibatkan Aceh dalam membantu langsung penyelesaian masalah Rohingya, kata Cut Putri.

“Kaum Rohingya adalah saudara kita, apalagi mereka adalah saudara muslim kita yang teraniaya. Bagaimanapun, kemanusiaan adalah diatas segalanya.”

Apabila kita tidak menolong, maka malu lah kita dihadapan Allah” tegas Cut Putri. (ed. Banyu)

Baca Juga:  Manbij, Front Baru Perang Penghancuran Suriah

Kontributor: Mawardi Usman

Loading...

Terpopuler