Connect with us

Hukum

Dapat Upah Rp 50 Juta Dagang Sabu 6 Kg, Dua Pengedar Ditangkap Polda Jatim

Published

on

Dapat upah Rp 50 juta dagang sabu 6 kg, dua pengedar ditangkap Polda Jatim.

Dapat upah Rp 50 juta dagang sabu 6 kg, dua pengedar ditangkap Polda Jatim.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Dapat upah Rp 50 juta dagang sabu 6 kg, dua pengedar ditangkap Polda Jatim. Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan dua orang pengedar sabu diamankan Ditreskoba Polda Jatim, Rabu (17/2) ditempat yang berbeda. Dua tersangka tersebut berinsiial JS (25) warga Kupang Gunung dan ES (27) warga Medokan Surabaya.

Dalam penangkapan keduanya untuk penangkapan tersangka JS diamankan sabu seberat 22,81 gram dan ES diamankan sabu seberat 5 Kg dengan total keseluruhan sebanyak 6 Kg.

“Tersangka JS diamankan di Putat Jaya dan ES diamankan dikontrakkannya di Sukodono Sidoarjo. JS pertama kali ditangkap dan ES merupakan hasil pengembangan dari penangakapn JS,”jelas Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko di Surabaya, Kamis (18/2).

Gatot mengatakan kronologi penangkapan bermula adanya informasi di Putat Jaya sering dilakukan transaksi narkoba.” Dilakukan lidik akhirnya didapati tersangka JS. Dia mengaku kalau sabu didapat dari DPO berinisial HRS,”sambungnya.

Barang bukti sabu milik JS, kata Gatot, dijual dibentuk paket-paket kecil dengan wilayah edar di Surabaya dan sekitarnya. “Dari penangkapan JS dikembangkan hingga mendapatkan tersangka ES. Tersangka ES sendiri adalah anak buah HRS dan mengaku sabu tak berasal dari HRS saja melainkan dari DPO lainnya yaitu SYN dan RMB. “Dia mengaku sudah dua kali mengirimkan sabu dan mendapat bayaran Rp 50 juta kalau berhasil menjualkan sabu milik DPO,”terangnya.

Sementara itu untuk pasal yang dijeratkan kepada tersangka, penyidik menjeratnya dengan pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau seumur hidup. (setya)

Baca Juga:  Indonesia Importir Minyak Bumi, BBM Hingga Garam

Loading...

Terpopuler