Connect with us

Mancanegara

Dalam Operasi Militer Enam Hari 300 Lebih Teroris ISIS Tewas

Published

on

Dalam operasi militer enam hari 300 lebih teroris ISIS tewas

Dalam operasi militer enam hari 300 lebih teroris ISIS tewas/Foto: Almasdarnews

NUSANTARANEWS.CO – Dalam operasi militer enam hari 300 lebih teroris ISIS tewas. Bulan lalu, tiga tentara Rusia dan beberapa tentara Turki terluka di provinsi Idlib ketika patroli militer gabungan terkena bahan peledak rakitan, bahkan secara rutin teroris al-Qaeda kerap menyerang patroli di tengah de-eskalasi. Di Suriah timur, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa seorang Mayor Jenderal Rusia tewas di provinsi Deir ez-Zor pada hari Selasa setelah konvoi yang dia tumpangi dihantam IED.

Front Idlib

Kelompok teroris al-Qaeda masih mendominasi dan terus memperkuat pertahanan mereka di Idlib. Bahkan mereka juga secara rutin melakukan serangan terhadap patroli Rusia-Turki di Idlib selatan. Hal ini menunjukkan bahwa proses de-eskalasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Bulan lalu, tiga tentara Rusia dan beberapa tentara Turki terluka terkena bahan peledak rakitan. Meningkatnya serangan terhadap patroli gabungan ini menyebabkan pemerintah Rusia menghentikan sementara patroli gabungan dengan Turki.

Pada 14 Agustus, Rusia menangguhkan sementara patroli gabungan dengan Turki di daerah tersebut karena ketidakmampuan Ankara untuk menjamin keamanan patroli dan memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan de-eskalasi.

Pada 25 Agustus, sebuah kendaraan militer Rusia menjadi sasaran RPG di sepanjang Jalan Raya M4, selama Patroli Gabungan Turki-Rusia ke-25. Tidak ada personel Rusia yang mengalami luka serius. Menurut foto dari situs tersebut, sebuah roda BTR-80 rusak selama serangan itu. Ini menjadi serangan kedua terhadap patroli gabungan Turki-Rusia di Idlib selatan dalam seminggu. Yang sebelumnya menargetkan kendaraan militer Turki terjadi pada 17 Agustus.

Dalam kondisi tersebut, kelanjutan patroli gabungan oleh Turki dan Rusia telah menempatkan dalam bahaya. Jika serangan sporadis al-Qaeda tidak ditangani, maka kemungkinan besar para teroris akan meningkatkan serangan mereka.

Baca Juga:  Pendekatan Baru Dalam menghadapi Coronavirus 2020
Front Deir ez-Zor, Suriah Timur

Menyusul tewasnya seorang mayor Jenderal Rusia di provinsi Deir ez-Zor Suriah timur pada hari Selasa (18/8) akibat improvised explosive device (IED) – pasukan Rusia dan Suriah langsung menggelar operasi militer di daerah gurun Homs dan Deir Ezzor

Dari 18 Agustus hingga 24 Agustus serangan simultan dilancarkan oleh Angkatan Udara Suriah dan Rusia, termasuk tembakan artileri lapangan dan pengerahan unit pasukan khusus di gurun yang berhasil menghancurkan 134 kamp, 17 pos pengamatan, 7 gudang, dan 5 area penyimpanan bawah tanah serta menewaskan 327 teroris ISIS.

Meski operasi militer gabungan memberi pukulan berat bagi sel-sel ISIS yang bersembunyi di gurun – bukan berarti ancaman ISIS dapat dihilangkan sepenuhnya. Terutama selama ada wilayah yang tidak dikuasai oleh Damaskus maka ISIS akan tetap ada, dan selalu memiliki tempat untuk bersembunyi dan memulihkan pasukannya

Seperti diberitakan, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa seorang Mayor Jenderal Rusia tewas di provinsi Deir ez-Zor Suriah timur pada hari Selasa setelah konvoinya dihantam ledakan IED, sedangkan dua perwira Rusia lainnya mengalami luka-luka.

Menurut kantor berita milik negara TASS, konvoi Rusia itu kembali dari apa yang menurut militer Rusia sebagai “misi kemanusiaan” ketika dihantam oleh IED yang ditempatkan di sisi jalan yang dilalui konvoi Rusia di dekat ladang minyak At-Taim, sekitar 15 km di luar kota Deir ez-Zor.

Militer Rusia juga mengatakan bahwa sang Jenderal akan dihormati atas pengabdiannya dan keluarganya akan menerima semua bantuan dan dukungan

Hingga saat ini, Rusia melaporkan telah kehilangan lebih dari 120 tentara dalam pertempuran di Suriah sejak 2015, meskipun jumlah itu sebenarnya bisa jauh lebih tinggi. Diperkirakan ada sekitar 5.000 tentara Rusia hadir di Suriah untuk mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad. (Banyu)

Baca Juga:  Milenial Berlatar Belakang Aktivis Dinilai Layak Masuk Dalam Kabinet Jokowi-Amin

Loading...

Terpopuler