Connect with us

Rubrika

Bupati Sumenep: Selama 73 Tahun, Pancasila Sudah Jadi Rumah Kita

Published

on

pemkab sumenep, pemkab sumenep upacara, bupati sumenep, peringatan ahri lahir pancasila sumenep, kh abuya busyro karim,

Upacara Hari Lahir Pancasila di depan Pemkb Sumenep, Senin (4/6). (Foto: Moh Kafi/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar upacara memperingati hari lahirnya Pancasila ke-73 di halaman Pemkab setempat, Senin (4/6/2018).

Dalam upacara tersebut Bupati Sumenep KH. Abuya Busryo Karim bertindak sebagai inspektur upacara kegiatan tersebut juga dihadiri oleh unsur Forkopimda, Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri.

Dalam sambutannya Bupati Sumenep menyampaikan pemerintah melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2018 termasuk di Kabupaten Sumenep ini dengan tujuan tidak lain untuk meneguhkan komitmen bersama, agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar berbangsa dan bernegara.

Selama 73 tahun, pancasila menjadi bintang pemandu bangsa Indonesia. selama 73 tahun juga pancasila sudah bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya.

“Selama 73 tahun pula, Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-bhinneka tunggal ika. Insyaallah sampai akhir zaman, Pancasila akan terus mengalir di denyut nadi di seluruh rakyat Indonesia. Pancasila adalah berkah yang indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita, melalui perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para pendiri bangsa,” jelas politisi PKB tersebut

Menurut Bupati dua periode tersebut mengatakan, peringatan hari lahir pancasila setiap tanggal 01 juni harus dimanfaatkan sebagai momen pengingat, pemacu dan aktualisasi nilai-nilai pancasila dalan kehidupan sehari-hari.

“Kita harus juga waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti-Pancasila, anti UUD 1945, anti NKRI, anti Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga:  Berita Iklan Meikarta Masif, GEPRINDO: Bukti Iklan Berkedok Berita

Selain itu pula Bupati juga mengajak para tokoh agama, politisi, jajaran aparat pemerintahan, TNI dan Polri, para pelaku ekonomi serta seluruh komponen bangsa, untuk bersama-sama mengamalkan pancasila dalam keseharian.

“Semangat bersatu, berbagi dan berprestasi akan meneguhkan derap langkah kita dalam membawa Indonesia menuju negara yang maju dan jaya,” pungkasnya.

Pewarta: Moh. Danial
Editor: Novi Hildani

Loading...

Terpopuler