Connect with us

Hukum

Bikin Gaduh Indonesia Jelang Pemilu 2019, Allan Nairn Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Published

on

Bikin gaduh Indonesia jelang Pemilu 2019, Allan Nairn dilaporkan ke Bareskrim Polri, nusantaranewsco

Bikin gaduh Indonesia jelang Pemilu 2019, Allan Nairn dilaporkan ke Bareskrim Polri. (Foto: Dok. NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Jurnalis asal Amerika Serikat, Allan Nairn dilaporkan ke Bareskrim Polri lantaran dianggap telah membuat gaduh Indonesia menjelang pelaksanaan Pemilu 2019.

Koordinator Masyarakat Demokrasi Indonesia Anti Hoaks, Pandaopotan Lubis mengatakan Allan Nairn telah banyak menyebarkan berita bohong (hoax) dan berpotensi menciptakan kekacauan di negara Indonesia.

Diketahui, Allan Nairn kembali membuat ulah di Indonesia. Terbaru dia merilis sebuah laporan terbaru di laman pribadinya. Laporan itu menyebut sejumlah skenario yang dirancang Prabowo Subianto bila memenangi Pilpres 2019.

Laporan Allan berdasarkan sebuah dokumen bertajuk Notulensi Rapat Tertutup Prabowo Subianto dan Tim. Anehnya, notulen yang dijadikan sumber utama Allan tersebut bukan berupa laporan melainkan cenderung berupa opini. Namun, Allan menyebutnya sebagai laporan sehingga dijadikan rujukan utama.

“Allan Nairn seorang yang selalu mengaku jurnalis investigasi dari Amerika selama ini telah banyak menyebarkan berita hoax dan berpotensi melakukan kekacauan di negara Indonesia,” kata Pandaopotan Lubis dalam keterangannya, Selasa (16/4/2019).

“Seperti saat Pilkada DKI Jakarta 2017 yang menyebarkan berita kalau akan ada kudeta oleh TNI dan kasus Ahok hanya sebagai jalan saja,” sambung Lubis.

Menurut dia, laporan Allan Nairn tentang rapat BPN tertanggal 21 Desember 2018 adalah berisi kebohongan sehingga berpotensi mengancam stabilitas nasional jelang Pemilu 2019.

“Sekarang meyebarkan hoax tentang rapat BPN tanggal 21 Desember yang juga mengancam stabilitas nasional. Dengan ini kami Masyarakat Demokrasi Indonesia Anti Hoaks melaporkan Allan Nairn ke Bareskrim Polri,” tegas Lubis.

(eda)

Editor: Eriec Dieda

Terpopuler