Connect with us

Puisi

Bapak dan Doa Ibu

Published

on

bapak, doa ibu, puisi, puisi-puisi, puisi karya, yeni amelia, kumpulan puisi, nusantaranews

Bapak dan Doa Ibu. (Foto: (Ilustrasi/irrasistible)

Bapak dan Doa Ibu
Puisi-puisi karya Yeni Amelia

 

 

Bapak

Pak, sesekali aku datang
Ke tempatmu mencari nafkah, di sawah
Orang-orang berkawan dengan lumpur dan tanah
Dari gubuk kecil dengan atap seadanya
Aku memandangmu
Nafas yang memburu
Wajah memerah terbakar mentari siang hari
Kulit penuh gores batang padi
Gabah yang kau pikul sendiri
Dengan keringat mengalir air hujan

Pak, saat senja akan datang
Pulang sejenak duduk di teras
Dengan secangkir teh hangat
Racikan sang ibu
Ku disuguhi sebuah tanya tentang rasa lelah
Namun, terpancar senyuman mempesona
Di hiasi keriput menua

Pak, seandainya sejak belia
Di ajarkan tentang cinta
Di tanya nama pahlawan
Kau yang ku tulis dengan pena
Dan ku sebut lewat doa

Loading...

Bondowoso, 11 Mei 2019

 

 

Doa Ibu

Bu, aku melihat dan mendengarnya
Di sepertiga malam waktu yang berjalan
Kau duduk di atas sajadah, tua lusuh
Hampir seusia denganmu
Air dari sudut matamu melebur bersama doa
Menggenang di atasnya

Bu, jantungku bertalu seperti gendang : berisik
Dan jam dinding di ruangan terus berputar
Merasakan nafasmu penuh dengan harapan
Gelisah menggumpal di setiap putaran tasbihmu
Seperti rinjani, yang ingin memuntahkan isi perutnya

Bu, suara parau di setiap malam
Yang menggema, lafadzkan kalimat kesuksesan
Menuntunku pada ketakutan
Ingkar pada setiap keinginan

Bu, seandainya kau tau
Buku-buku dan koran di meja: menumpuk
Tulisannya saling berbicara dan membicarakan orang sukses
Namun, tak kulihat aksara tentang yang memberi manfaat

Bu, lewat pena yang ku pegang di atas kertas
Menulis kalimat dan sajak
Ku rangkai menjadi puisi
Ingin mengabdi dan mengabadi
Iiringi bu, semoga tak menyesatkan

Baca Juga:  Copy Paste, Jokowi Ditampar Sendiri oleh Anggota dari Tim Koalisi

Bondowoso, 30 April 2019

 

 

 

 

Penulis: Yeni Amelia, lahir di Bondowoso, 2 Juli 2001, Lulusan MAS Nurut Taqwa Grujugan. Motto: Jadilah Orang Berbeda dari Kebanyakan Orang

Loading...

Terpopuler