Connect with us

Hankam

7 Langkah Solutif Keluar Dari Jebakan User Asing Pemecah Belah NKRI

Published

on

Aksi Kelompok Maori Memberikan Dukungan Kepada Papua Karena Merasa Sebagai Saudara Dekat. (Foto freewestpapua.org)

Aksi Kelompok Maori Memberikan Dukungan Kepada Papua Karena Merasa Sebagai Saudara Dekat. (Foto freewestpapua.org)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Sebagai negara kaya raya akan sumber daya alamnya, Indonesia menjadi target incaran negara maju di dunia. Untuk itu berbagai upaya pelemahan sistem pertahanan Indonesia di semua bidang dilancarkan para User asing yang menginginkan Indonesia pecah.

Mulai pelemahan sistem pertahanan di sektor ekonomi, politik, hukum, peraturan perundangan, sejarah, media informasi, pergeseran watak prilaku bangsa, gaya hidup, institusi pemerintah, hingga termasuk pelemahan TNI. Baik secara fungsi maupun wewenangnya.

Komandan Sekolah Staf dan Komando (Dansesko) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Agoes Sutomu dalam sebuah analisnya menjelaskan, dalam sistem kerjanya, para User asing ini akan merekayasa terjadi gejolak kerusuhan di Indonesia.

Dalam upayanya menciptakan gejolak, masing-masing agen bergerak menanamkan rasa saling benci, saling curiga, saling buruk sangka, diantara sesama anak bangsa. Baik antar suku, antar agama, antar ormas, antar ulama antar pengamat, antar kampus, antar parpol, antar tokoh bangsa.

“Termasuk antar institusi kita. Semua seolah dipaksa dan digiring kepada satu titik yaitu perang. Sekecil apapun masalah akan di peruncing dan diprovokasi. Timbal balik,” kata Agoes Sutomu.

Untuk itu dirinya menawarkan 7 langkah solutif untuk keluar dari jebakan para user asing yang ingin memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Langkah pertama, bangsa Indonesia harus kembali dan menjadi jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Sebuah kesadaran kolektif senasib satu bangsa dan satu rasa cinta tanah air. Tak ada pandang SARA. “Kita adalah sebuah bangsa yang kuat dan bersaudara,” jelasnya.

Kedua, jangan mudah terpancing untuk menjadi “Tidak Waras” (Sesuai keinginan USER) untuk punya keinginan saling bunuh, saling memerangi, saling menghabisi antar sesama anak bangsa. Persoalan politik diselesaikan dengan cara politik yang moderat.

Baca Juga:  Cina Tak Terima Program One Belt One Road Disebut Jebakan Utang

Ketiga, kata Agoes Sutomu adalah, “Kalau Indonesia pecah perang saudara, banyak negara sekitar kita yang tepuk tangan dan bahagia,” jelasnya.

Keempat, Secara politik konstitusional. Tidak ada sebaik kembali lagi kepada UUD 1945 dan Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Karena itu dibuat para founding fathers melalui perenungan, pemikiran, dan penghayatan yang sangat mendalam sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia.

Kelima, ikat kembali rasa persatuan sesama anak bangsa. Bunuh segala bentuk skenario para USER tersebut dengan tidak mudah terpancing, dan justru merekat kembali rasa persaudaraan.

Keenam bagi pada pemuda idealis dan nasionalis. Mari ikut berjuang mengambil peran dan posisi strategis negara untuk melakukan perbaikan moral dan cita cita bangsa.

Ketujuh, percayalah TNI tetap solid dan setia terhadap NKRI. Bersama Rakyat TNI Kuat. TNI tahu kapan saat yang tepat untuk mengambil sebuah keputusan disaat negara genting.

Editor: Alya Karen

Loading...

Terpopuler