Connect with us

Kesehatan

6 Efek Positif dan Negatif Kafein Pada Tubuh

Published

on

6 efek positif dan negatif kafein pada tubuh

6 efek positif dan negatif kafein pada tubuh/Foto: trombinos

NUSANTARANEWS.CO – 6 efek positif dan negatif kafein pada tubuh. Minum kopi bagi sebagian orang seperti minum obat kantuk dan pemacu semangat. Minum kopi juga bisa membuat otak lebih fresh. Sebab biji kopi mengandung kafein yang dapat memperlancar kerja dan menggerakkan otak yang mulai lelah.

Zat kafein tidak hanya terdapat pada bii kopi. Akan tetapi juga terkadung dalam daun teh. Bahkan Kola dan kakao yang kita konsumsi juga mengandung kafein. Zat kafein memiliki sifat yang dapat menstimulasi kinerja sistem saraf dalam tubuh kita.

Sehingga ketika kita selesai minum kopi, teh, cola, atau kakau, tubuh kita menjadi fresh atau tegar dan lebih berenergi, meski relatif singkat pengaruhnya. Mengkonsumsi menimuman yang mengandung kafein bisa membuat tubuh kita lebih sehat. Tetapi jika kita mengkonsumsinya dengan berlebihan, zat tersebut bisa memberikan efek negatif.

Penting diketahui efek positif dan negatifnya mengkonsumsi minuman berzat kafein, yaitu:

1. Menunjang kinerja sistem saraf pusat

Kafein sejak zaman dulu diyakini sebagai zat yang dapat mengurangi rasa lelah, menstimulasi kewaspadaan, dan meningkatkan mood. Kafein yang dikonsumsi secepat kilat mencapai otak dan kemudian menstimusi kinerja sistem saraf pusat. Sehingga sesaat setelah minum minuman berzat kafein, kita menjadi bersemangat lagi.

Selain efek positif tadi, kafein juga bisa memberi efek negative pada sistem saraf pusat. Utamanya bagi Anda yang tidak terbiasa mengkonsumsinya. Jika Anda belum terbiasa, kafein bisa menjadi penyebab kecemasan dan kegugupan Anda. Apalagi jika Anda memnag sering cemas dan sering insomnia, mengkonsomsi kafein bisa memperburuk gejalanya. Bahkan kafein bisa membuat Anda cenderung gelisah, marah-marah, dan mudah tersinggung.

Baca Juga:  BBKP Pertanian Surabaya Gagalkan Penyelundupan 154 Burung Ilegal

2. Membantu sistem pencernaan dan ekskresi

Zat kafein dapat meningkatkan asam lambung dan bisa memicu rasa panas di dada (heartburn). Kafen juga bersifat diuretik atau menguras cairan dari tubuh. Karena itu, kafein pun dapat menggantu pencernaan, diare, mual, muntah dan kram.

3. Mempengaruhi Sistem pernapasan

Zat Kafein yang masuk ke dalam tubuh diserap di lambung dan kadarnya mencapai lever tertinggi di peredaran darah dalam waktu satu atau dua jam. Kafein tersebut lama-lama akan membuat tekanan darah meningkat. Jika Anda memiliki gangguan irama jantung, kafein akan membuat jantung bekerja lebih keras. Dalam sebuah temuan European Society of Cardiology (ESC) disebutkan bahwa, peminum kopi berat menunjukkan peningkatan tekanan darah yang dikaitkan dengan penyakit jantung dan meningkatnya risiko serangan jantung atau stroke.

4. Sistem otot dan tulang

Dengan mengkonsukmsi kafein yang banyak, zat tersebut dapat merusak penyerapan dan metabolisme kalsium. Sehingga dalam jangka waktu yang panjang akan membuat tulang mudah rapuh dan keropos.

5. Sistem reproduksi

Zat Kafein setelah masuk ke dalam tubuh langsung menyebar melalui pembuluh darah. Penyebarannya pun bisa berpindah ke plasenta ibu hamil. Kafein bisa menyebar ke plasenta karena memiliki sifat stimulan, sehingga membuat detak jantung bayi dalam rahim meningkat. Dengan demikian, metabolismenya pun meningkat. Semakin banyak mengkomsumsi kafein, pertumbuhan janin akan berkembang lebih lambat dan memiliki lebih banyak resiko keguguran. Namun, sampai saat ini, para ibu yang mengkonsumsi kafein sedikit cukup aman dalam kehamilan.

6. Menciptakan candu

Sering mengkonsumsi kafein, akan membuat Anda kecanduan. Sebab kafein memiliki sifat yang gejala withdrawal (gejala kecanduan). Sehingga Anda tidak bisa berhenti untuk mengkonsumsinya. Sebab kefein telah membuat ketergantungan dalam diri Anda terhadap kafein. (ed. Alya)

Baca Juga:  Catatan Banal terhadap Tulisan, “Revolusi Artificial Intelligence dan Rekayasa Makhluk Posthuman” 

Loading...

Terpopuler