Connect with us

Lintas Nusa

35 Peserta SPCP IPDN 2019 Penuhi Passing Grade

Published

on

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat meninjau pelaksanaan SKD sistem CAT SPCP IPDN 2019 wilayah Kaltara, baru-baru ini. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO)

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat meninjau pelaksanaan SKD sistem CAT SPCP IPDN 2019 wilayah Kaltara, baru-baru ini. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Tanjung Selor – Dari 355 peserta Seleksi Penerimaan Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (SPCP IPDN) 2019 yang sebelumnya telah lulus seleksi administrasi dan selanjutnya menjalani Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) melalui Computer Assisted Test (CAT) pada Selasa (25/06/2019) lalu, sebanyak 35 peserta di antaranya memenuhi passing grade atau batas ambang nilai.

Ke-35 peserta ini, kata Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Burhanuddin, memenuhi passing grade dari 100 soal yang terbagi dalam 3 jenis tes yang telah dikerjakan. Yakni tes wawasan kebangsaan (TWK) dengan passing grade 75, tes inteligensia umum (TIU) 80, dan tes karakteristik pribadi (TKP) 143.

“Sebanyak 35 peserta ini memenuhi passing grade, tapi belum ditetapkan lulus atau tidak. Untuk pengumuman resminya, siapa-siapa yang lulus, nanti disampaikan lewat web resmi spcp.ipdn pada 13 Juli 2019,” jelas Burhan—sapaan akrabnya, dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (28/6).

Dikatakan, dalam pelaksanaan SPCP IPDAN, dilakukan secara berjenjang. Setelah lulus SKD, para peserta yang memenuhi passing grade masih harus melalui tahapan lainnya.Di antaranya akan mengikuti tes selanjutnya, yakni tes kesehatan. “Masih ada beberapa tahapan, setelah tes kesehatan calon praja juga akan mengikuti tes psikotes dan tes pemantauan terakhir di Jatinangor,” lanjutnya.

Jika mengacu pada kuota yang diberikan, kata Burhan, Kaltara mendapatkan sebanyak 23 orang. Sehingga jika melihat peserta yang memenuhi passing grade, peserta dari Kaltara melebihi kuota.

Loading...

“Seperti disampaikan Pak Gubernur (Irianto Lambrie), kita sedang mengupayakan untuk penambahan kuota. Jadi semoga saja bisa terpenuhi. Sehingga bisa saja, nanti ada provinsi yang kuotanya tidak terpenuhi, diisi peserta dari Kaltara, karena peserta yang memenuhi passing grade melebihi kuota,” terangnya.

Baca Juga:  Kemendikbud Akan Gali Informasi Non-Kognitif Siswa di Balik Nilai UN

Burhan menambahkan, sesuai jadwal, tes kesehatan daerah akan dilaksanakan selama 4 hari, mulai tanggal 16 hingga 19 Juli 2019 di Rumah Sakit Angkatan Laut Ilyas Kota Tarakan. “Teknisnya nanti dari Pansel (panitia seleksi) yang melaksanakan. Kalau standar tes kesehatan itu, biasanya seperti tes mata, gigi, varises, penyakit dalam. Tim pengujinya itu yang terlibat Tim kesehatan dari Mabes TNI (Tentara Negara Indonesia),“ beber Burhan.

Lebih lanjut, dikatakan Burhan, bahwa hasil tes kesehatan daerah akan diumumkan pada 24 Juli 2019 melalui website resmi SPCP IPDN juga. Setelah itu tahapan berikutnya, peserta seleksi IPDN 2019 yang dinyatakan lulus tes kesehatan daerah akan mengikut tes psikologi, integritas, dan kejujuran yang dilaksanakan pada 27 Juli 2019.

“Berdasarkan jadwal, pengumuman hasil tes psikologi, integritas, dan kejujuran akan diumumkan pada 3 Agustus 2019,“ kata Burhan lagi.

Tahapan berikutnya, pada seleksi penerimaan IPDN 2019, akan dilaksanakan tahap seleksi Pantukhir dan verifikasi faktual, dokumen persyaratan, administrasi pendaftaran yang digelar di IPDN Jatinangor pada 9 hingga 12 Agustus 2019, dan diumumkan pada 13 Agustus 2019.

“Selanjutnya peserta mengikuti tes kesehatan pusat yang dijadwalkan pada 14 hingga 25 Juli 2019. Tes berikutnya peserta yang lolos dalam seleksi penerimaan IPDN ini akan dites wawancara dan pemeriksaan penampilan yang digelar mulai 28 hingga 30 Agustus 2019. Untuk pengumuman hasil pantukhir, kesehatan pusat, kesemaptaan, wawancara dan pemeriksaan penampilan akan disampaikan pada 31 Agustus 2019 di IPDN Jatinangor,“ pungkasnya. (red/nn)

Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler