Connect with us

Ekonomi

30 Persen Seafood Dunia adalah Hasil Tangkapan Ilegal

Published

on

Menteri KKP Susi Pudjiastuti/Ilustrasi via fiskal.co.id

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa ada kenaikan permintaan global terhadap seafood atau makanan yang berasal dari hasil laut. Sayangnya, tak sedikit suplai seafood yang justru berasal dari illegal fishing atau pencurian ikan.

Menteri Susi menyatakan bahwa meski permintaan terhadap seafoodmeningkat, tapi pemerintah masih punya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pasalnya, lebih dari 30 persen atau hampir sepertiga suplai seafood bersumber dari pencurian. Konsekuensinya adalah ancaman terhadap ketersediaan sumber daya ikan itu sendiri.

“Saya ingatkan, pengamanan Illegal, Unreported and Unregulated Fishing tidak pernah boleh berhenti dan tidak pernah boleh dianggap sambil lalu,” ujar Susi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (7/72017).

Susi juga berharap pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bisa bekerja keras untuk menekan penangkapan ilegal, meningkatkan konsumsi ikan nasional, dan meningkatkan produktivitas budidaya.

Semua ini perlu dilakukan agar tak hanya konsumsi saja yang bertambah, tapi ikan serta ekosistem laut juga semakin terjaga. Menurutnya, aktivitas illegal fishing seharusnya dikategorikan sebagai kejahatan transnasional terorganisir.

Konsumsi ikan di Indonesia sendiri masih tertinggal cukup jauh dari Jepang. Menurut data yang dikutip Susi, konsumsi ikan oleh warga Jepang mencapai 86 kg per kapita per tahun. Sedangkan Indonesia baru menginjak di atas 40 kg per kapita.

KKP juga terus berperang melawan penangkapan hasil laut ilegal agar menunjang agenda untuk meningkatkan seafood di Indonesia. Susi berkata bahwa selama di bawah kepemimpinannya, perlawanan terhadap illegal fishing sukses menyumbang 7 kg tambahan konsumsi ikan.

Loading...

Susi pun giat meminta PBB agar mengategorikan penangkapan ikan secara ilegal sebagai kejahatan transnasional teroganisir. Susi menilai operasi illegal fishingdidukung oleh kelompok terorganisir yang mengambil untung dengan mencuri ikan serta mengancam keberadaan spesies laut lainnya

Pewarta: Ricard Andika
Editor: Achmad Sulaiman

Terpopuler