Connect with us

Sport

15 Cabor PON Papua Dihapus, Pemerintah Diminta Perhatikan Nasib Atlet

Published

on

15 Cabor PON Papua Dihapus, Pemerintah Diminta Perhatikan Nasib Atlet

Anggota Komisi E DPRD Jatim Sri Subianti. (Foto: Setya W/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Dewan Jatim berharap pemerintah memperhatikan nasib atlet cabor (cabang olahraga) yang dihapus dalam PON 2020 di Papua.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Sri Subianti mengatakan nasib para atlet yang cabornya dihapur harus diperhatikan karena para atlet menjadikan olahraga sebagai mata pencaharian.

“lnformasi yang saya dapat para atlet yang cabornya dihapus itu hanya menggantungkan hidupnya dari olahraga tersebut,” katanya di Surabaya, Kamis (7/11/2019).

Politisi asal Partai Demokrat ini mengatakan dengan memberikan perhatian terhadap atlet cabor tersebut diantaranya tetap memberikan gaji para atlet meski cabornya dihapus membuktikan kehadiran negara ditengah kesulitan masyarakat.

“Kami akan support dan dukung apa yang dilakukan pemerintah khususnya Pemprov dalam memperhatikan nasib para atlet tersebut,” jelas wanita yang juga ketua FPD DPRD Jatim ini.

Wanita yang akrab dipanggil Antie ini menambahkan kepada para atlet PON yang berangkat ke Papua mendatang, agar berusaha memaksimalkan agar target-target perolehan medali tercapai.

Sekadar diketahui, dari hasil rapat terbatas Persiapan Penyelenggaran PON dan Peparnas (Pekan Paralympic Nasional) 2020 mengumumkan jumlah cabang olahraga dan nomor pertandingan dikurangi dari 47 cabor menjadi 37 cabor.

Sebanyak 15 cabang olah raga rencananya yang akan ditiadakan, diantaranya Dansa,ski air,gate ball,pentaque, woodball, catur, bridge, kempk, wushu, bola tangan, sepak takraw, soft tenis, aerosport, sepeda balap MTB dan BMX, akuatik.

Pewarta: Setya W

Terpopuler