Air Harus Dalam Penguasaan Negara/Foto: Dok. National Geographic Indonesia
Air Harus Dalam Penguasaan Negara/Foto: Dok. National Geographic Indonesia

NUSANTARANEWS.CO – UNICEF mengatakan bahwa satu dari empat anak akan hidup dai daerah dengan sumber daya air yang sangat langka pada tahun 2040 mendatang. Laporan ini dirilis pekan lalu dalam rangka menyambut Hari Air Sedunia.

Dalam penelitiannya, seperti dilansir AFP, badan PBB untuk anak-anak itu memperingatkan bahwa hanya dalam dua dekade hampir 600 juta anak-anak akan tinggal di daerah dengan sumber air yang sangat terbatas karena pertumbuhan penduduk dan lonjakan permintaan air sebagai efek perubahan iklim.

Menurut UNICEF, lebih dari 36 negara saat ini stres akibat kekurangan air yang sudah mencapai kata ektrim. Permintaan air melebihi persediaan, bahkan persediaan air yang telah terbarukan sekalipun.

Tingginya suhu dan kekeringan dapat menimbulkan risiko dehidrasi pada anak-anak. Sementara curah hujan meningkat dan banjir dapat menghancurkan infrastrukutr sanitasi dan membantu menyebarkan penyakit yang terbawa arus air seperti kolera.

Dilaporkan, lebih dari 800 anak di bawah usia lima tahun meninggal setiap hari akibat diare, terkait dengan sanitasi yang buruk dan langkanya sumber air bersih.

Kekeringan dan konflik adalah faktor-faktor di balik kelangkaan air di bagian Nigeria, Somalia, Sudan Selatan dan Yaman. Hampir 1,4 juta anak-anak di daerah-daerah menghadapi risiko besar akan kematian akibat kelaparan.

Lebih lanjut lagi, lebih dari 9 juta orang di Ethiopia akan kekurangan akses terhadap air minum yang aman tahun ini. “Tanpa air, tidak ada yang bisa tumbuh,” kata Direktur Eksekutif UNICEF, Anthony Lake.

“Jutaan anak kekurangan akses terhadap air yang aman; membahayakan kehidupan mereka, merusak kesehatan mereka, dan membahayakan masa depan mereka,” kata dia melanjutkan.

UNICEF mendesak masyarakat untuk mendiversifikasi sumber air, dan bagi pemerintah untuk memprioritaskan akses ke air yang aman bagi anak-anak.

Dalam laporan lain yang dirilis, PBB mengatakan daur ulang air limbah di dunia akan mengurangi kekurangan air global sekaligus melindungi lingkungan.

Dua pertiga dari semua manusia hidup di daerah yang mengalami kelangkaan air setidaknya satu tahun terakhir, setengah dari mereka di Cina dan India.

Tahun lalu, survei tahunan Forum Ekonomi Dunia mengatakan bahwa krisis air sebagai risiko global selama dekade berikutnya. Tren saat ini, Program Lingkungan PBB memperkirakan bahwa permintaan air, untuk industri, energi dan tambahan miliar orang, akan meningkat 50 persen pada tahun 2030.

Penulis: Eriec Dieda

Komentar