Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI, Sodik Mudjahid/Foto: IST
Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI, Sodik Mudjahid/Foto: IST

NUSANTARANEWS.CO – Politisi dari Partai Gerindra, Sodik Mudjahid, menyampaikan bahwa hingga saat ini, memang ada tiga basis kekuatan yang ada di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan saat menanggapi isu adanya Neo-PKI atau grand design PKI gaya baru di Indonesia.

Menurut Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu, ketiga kekuatan tersebut memang selalu berebut dalam hal-hal yang berbau kepemerintahan maupun di sektor yang lainnya.

“Harus diakui bahwa di Indonesia selalu ada 3 basis kekuatan utama dari dulu hingga hari ini, yakni Agama, Nasionalis dan Marxis,” ungkap Sodik kepada Nusantaranews, Jakarta, Rabu (14/12/16).

Oleh karena itu, Sodik mengatakan, pemerintah dalam menjalankan kebijakan luar negeri selalu dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama faktor ekonomi.

“Saat ini Pemerintah Indonesia dengan berbagai pertimbangan sedang membawa arah agak menjauh dari pusat kapitalisme liberalisme yakni Amerika dan Eropa, dan sedang mendekat ke China yang dikenal berbasis Marxisme,” ujarnya.

Situasi inilah yang menurut Sodik, akhirnya menimbulkan dinamika internal dan menjadi kekhawatiran bagi kelompok Agamis. Sementara bagi kelompok Marxis, seperti mendapat angin segar untuk memanfaatkan situasi dan kondisi ini.

“Bagi China sendiri, saya melihat kepentingan utama mereka adalah lebih kepada sisi ekonomi termasuk memberi lapangan pekerjaan kepada milyaran rakyatnya,” katanya.

Sementara itu, saat ditanya terkait apakah ada bentuk kongkrit, pola gerakan maupun kaderisasi dari Neo-PKI tersebut, Sodik pun mengatakan bahwa secara kasat mata memang belum terlihat.

“Kita harus tanya intelijen. Tapi jika dilihat dari kewaspadaan yang dilakukan aparat keamanan, saya rasa belum sampai kesana,” ungkapnya. (Deni)

Komentar