Berita Utama

Soal Aksi 4 November, FMN; Pemerintah Gagal Ciptakan Iklim Demokrasi

Ketua PP Front Mahasiswa Nasional (FMN) Rachmad P Panjaitan. Foto via Kabarkampus

Ketua PP Front Mahasiswa Nasional (FMN) Rachmad P Panjaitan. Foto via Kabarkampus

NUSANTARANEWS.CO – Merebaknya isu terkait penembakan di tempat oleh aparat keamanan dalam aksi massa yang rencananya digelar 4 November 2016 nanti membuat beberapa kalangan dibuat terkaget-kaget.

Sekalipun hanya rumor, namun sudah sedemikian parahkah iklim demokrasi di negeri ini? Hal ini disampaikan oleh Ketua PP Front Mahasiswa Nasional (FMN) Rachmad P Panjaitan saat dihubungi wartawan Nusantaranews.

“Bagaimanapun demonstrasi adalah hak dalam beraspirasi di negeri demokrasi,” ungkap Rachmad P Panjaitan, Senin (31/10/2016).

Rachmad juga mengungkapkan kalaupun benar pemerintah akan menempuh jalan tersebut, maka bencana bagi iklim demokrasi di negeri ini.

Tidak hanya melanggar HAM, namun ini juga akan menjadi lonceng kematian bagi iklim demokrasi di Indonesia.

“Jika pemerintah melakukan tindakan represif semacam itu (tembak di tempat), maka negara ini gagal dalam menampung aspirasi rakyatnya,” ujarnya.

Ketua PP FMN ini menambahkan, semestinya pemerintah harus menerima aspirasi sebagai upaya untuk menyelesaikan pokok persoalan yang terjadi di masyarakat. Adapun kasus terkait penistaan agama tidak bisa ditolerir jika pemerintah hanya diam.

“Demo 4 Nvember, merupakan hal wajar, karena masyarakat tak memperoleh haknya sebagaimana mestinya,” tegasnya. (Adhon/Red-01)

 

 

Komentar

To Top