Acara seminar nasional di Kampus UNJ Rawamangun. Foto Eric/Nusantaranews
Acara seminar nasional di Kampus UNJ Rawamangun. Foto Eric/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Bertempat di Lantai 9 Gedung Ki Hajar Dewantoro (Gedung Sertifikasi Guru) Kampus UNJ Rawamangun Jakarta Timur, Pengamat Ekonomi-Sosial-Politik Ichsanuddin Noorsy bersama Rahmawati Yaunidar, Direktur PPTKA mewakili Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri secara panjang lebar menguraikan berbagai Data dan Fakta Serbuan Tenaga Kerja Asing, terutama dari Tiongkok, di Indonesia akhir-akhir ini.

Dalam Seminar Nasional yang dipandu oleh KRMT Roy Suryo selaku moderator dari UNJ tersebut, banyak terungkap bahwa Kebijakan Bebas Visa/Visa on-Arrival Turut menyumbang Problematika Serbuan TKA tersebut, karena Indonesia menjadi “mudah” dan menarik untuk didatangi ribuan bahkan jutaan pekerja dari Luar Negeri, apalagi di sini sedang marak pembangunan infrastruktur yang memerlukan tenaga kerja di mana-mana.

Jadi, meski sudah ada Syarat Kepengurusan IMTKA (Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing) untuk para TKA yang akan bekerja di Indonesia, namun kenyataannya kemudahan VoA dan dimungkinkan menggunakan “Visa Turis” untuk bekerja selama 6-12 bulan tersebut seperti menjadi “bypass card” bagi para TKA, apalagi karena memang ada kemudahan bagi para TKA untuk menjadi experties di pembangunan infrastruktur yang memang tengah marak di Indonesia.

Namun ironisnya, ternyata TKA yang masuk ke Indonesia bukan hanya yang expert, namun ditemukan banyak TKA (kebanyakan dari Tiongkok) yang sama sekali tidak punya kemampuan, bahkan para pekerja kasar yang sebenarnya masih sangat banyak TKI yang menganggur untuk mengisi posisi tersebut. Bahkan konon ada isu bahwa sebagian dari TKA tersebut ada yang sama sekali tidak punya kemampuan apapun sehingga malah menjadi masalah baru di Indonesia.

Seminar yang diikuti kurang lebih 200 orang peserta ini berlangsung khidmat, dan para audiens sangat antusias mengikuti sesi demi sesi seminar, termasuk sesi tanya jawab, termasuk pertanyaan-pertanyaan yang bernada nasionalisme akibat kenyataan Indonesia kini memang tengah diserbu oleh para pekerja dari luar negeri, yang belakangan banyak didominasi TKA asal Tiongkok. (Sego/Er)

Komentar