(Foto: Getty Images)
(Foto: Getty Images)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Tidak ada orang tua yang ingin sengaja memanjakan anak-anaknya, tetapi orang tua akan melakukan apapun untuk menenangkan anak-anak mereka.

Menurut seorang terapis keluarga, mengancam untuk menghukum anak karena perilaku buruk mereka membuat anak-anak tumbuh sebagai pribadi yang nakal dan manja.

Hal Runkel, penulis buku ‘Scream Free Parenting‘ menjelaskan bahwa tidak mau memaksakan anak menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka adalah kesalahan terbesar yang dilakukan orang tua saat mereka mendidik anak-anak.

Hal juga percaya bahwa tidak membiarkan anak-anak mengetahui bagaimana dunia bekerja untuk diri mereka adalah sebuah kesalahan fatal juga.

Ambil contoh ketika tidak menyuruh anak-anak anda untuk mengulangi lagi apa yang ada suruh untuk melakukannya, itu sebenarnya dapat merusak anak-anak,” kata Hal kepada Business Insider seperti dikutip Daily Mail.

Namun di saat yang sama, orang tua tidak diperkenankan untuk mengancam hanya karena anak-anak tidak mau melakukan apa yang disuruh lakukan. Sebab, ancaman bukan malah membuat baik tetapi sebaliknya membuat mereka enggan untuk menuruti perintah orang tuanya.

Contoh lagi, ketika anak memukul saudaranya dengan sebuah benda, orang tua lantas mencegah dengan beteriak ‘jangan melakukan itu lagi’. Itu membuat perkataan orang tua terus diingat anak-anak. Yang benar adalah orang tua mengambil benda tersebut lalu menyembunyikannya. Cara ini akan mengirimkan pesan kepada anak bahwa mereka tidak boleh melakukannya lagi.

Selain itu, Hal juga menekankan betapa pentingnya mempersiapkan anak-anak seumur hidupnya tanpa orang tua. Salah satu cara untuk melakukan ini, katanya, adalah membiarkan anak-anak men-setting alarmnya sendiri untuk bisa bangun pagi dan berangkat sekolah daripada membangunkan mereka saban pagi.

“Jika anda tidak memegang kendali (dalam mendidik anak), maka anda tidak akan dapat bertanggungjawab. Dengan tetap tenang dan terhubung dengan anak-anak, anda perlahan perlu mengurangi ketakutan dalam diri anda,” kata Hal. (ed)

Editor: Eriec Dieda

Komentar