Konferensi pers Forum Syuhada Indonesia (FSI) i Menteng, Jakarta, Jumat (16/12/2016)/ Foto Hatiem /NUSANTARAnews
Konferensi pers Forum Syuhada Indonesia (FSI) i Menteng, Jakarta, Jumat (16/12/2016)/ Foto Hatiem /NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO – Tidak ditahannya tersangka kasus penistaan agama Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyisakan kegeraman dikalangan sejumlah kelompok Islam. Muncul anggapan pemerintah melindungi tersangka yang notabene cagub DKI petahana.

Forum Syuhada Indonesia (FSI) menegaskan tengah menggalang aksi mendesak agar Ahok segera dipenjara. Aksi tersebut akan dikemas dengan format lempar jumroh sebagaimana yang biasa dilakukan para jamaah haji.

Panglima FSI Diko Nugroho mengatakan aksi lempar jumroh merupakan rangkaian dari gerakan Bela Umat Islam pada tanggal 2 Desember lalu.

“Lempar jumrah ini merupakan simbol pengusiran iblis, syetan-syetan yang kita maksud adalah mereka perusak, pemecah belah umat islam,” ujar Diko dalam konferensi persnya di Menteng, Jakarta, Jumat (16/12/2016).

Diko menyampaikan pihaknya tidak akan pernah mundur demi harkat dan martabat agama Islam.

“Jiwa dan raga kami siap untuk merah putih dan agama Islam,” ucapnya.

Sayang, Diko tidak memastikan kapan aksi tersebut akan dilaksanakan. Ia mengaku akan ada ketentuan jadual aksi setelah pihaknya melakukan konsolidasi lanjutan pada tanggal 25 Desember 2016 besok.

“Setidaknya ada 17 organisasi Islam berbasis laskar siap bergabung. Nantinya saat aksi kita tidak akan membawa simbol atribut masing-masing. Jika nanti ada yang membawa atribut, kami siap bertanggung jawab,” tandasnya. (Hatiem)

Komentar