Connect with us

Kesehatan

Waspadai Nyamuk Demam Berdarah di Musim Hujan

Published

on

demam berdarah dengue, nyamuk demam berdarah, aedes aegypti, fogging, nyamuk aedes, pengasapan, nusantaranews, virus dbd, nyamuk dbd, virum demam

Pelaksanaan fogging di Kabupaten Tulungagung guna menanggulangi nyamuk demam berdarah di musim hujan. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Tulungagung – Beberapa wilayah Indonesia tengah mengalami musim hujan yang turun hampir setiap hari, membuat udara menjadi lebih sejuk dan nyaman. Namun, tanpa disadari ada sebuah ancaman yang datang seiring musim hujan yang datang menghampiri yakni nyamuk demam berdarah (Aedes Aegypti).

Pada musim hujan, nyamuk penyebar wabah penyakit aedes aegypti perkembangbiakannya pesat. Gigitan jenis nyamuk ini merupakan media penularan virus dengue yang menjadi penyebab demam berdarah dengue (DBD). Telur nyamuk Aedes akan menetas jika terkena air. Inilah mengapa DBD biasanya merebak saat musim hujan.

Babinsa Desa Kalangan Peltu Widanardju anggota Koramil 0807/05 Ngunut Kodim Tulungagung melaksanakan pendampingan dengan dinas kesehatan Ngunut dalam melakukan pengasapan atau fogging menghadapi musim penghujan yang banyak nyamuk di Desa Kalangan Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.

Baca juga: Rumah Indah dan Bebas Nyamuk

Pelaksanaan fogging ini dilakukan untuk menekan angka prosentase perkembangbiakan para nyamuk di wilayah Desa Kalangan. Fogging yang dilakukan menggunakan alat sederhana dengan obat menggunakan bahan insektisida untuk membunuh nyamuk dewasa penyebab demam berdarah dengue.

Walaupun menggunakan alat yang sederhana, jika dilakukan dengan benar cara ini dapat bermanfaat untuk membunuh nyamuk.

Peltu Widanardju berharap warga binaannya terus menjaga kebersihan lingkungan setelah dilakukannya pengasapan. Hal ini perlu dilakukan karena mencegah akan lebih baik daripada mengobati. Ia berharap warga binaannya selalu memperhatikan lokasi dan bejana yang mungkin dapat digunakan oleh nyamuk untuk berkembang biak baik karena kelembapan udara dan lainnya. Tak terkecuali jika bak mandi dan saluran air tidak rajin dibersihkan.

“Target fogging merupakan nyamuk dewasa di sekitar kita. Setelah fogging warga harus tetap jaga kesehatan lingkungan sekitar. Nanti kami segera kondisikan kepada setiap RT untuk menghidupkan jadwal gotong royong dalam membersihkan gorong-gorong dan lingkungan desa dan tempat lain yang mungkin digunakan oleh nyamuk untuk berkembang biak,” kata Peltu Widanardju.

(mc/kpn)

Editor: Ani Mariani

Advertisement

Terpopuler