Virgin Australia Praktis Diambang Kebangkrutan

Virgin Australia praktis diambang kebangkrutan
Virgin Australia praktis diambang kebangkrutan. Virgin Australia Holdings Limited mengumumkan pada hari Selasa (21/04)/Foto: The Guardian

NUSANTARANEWS.COVirgin Australia praktis diambang kebangkrutan. Maskapai terbesar kedua di negeri Kanguru tersebut kini terancam kolap dan dikabarkan tengah mencari perlindungan kebangkrutan akibat terkena dampak besar pandemi virus korona. Sementara ini, Administrator Virgin telah mengambil kendali atas perusahaan dan sedang berusaha mencari cara untuk menyelamatkan bisnisnya, demikian diumumkan oleh Virgin Australia Holdings Limited pada hari Selasa (21/04).

Dalam sebuah pernyataan ke Bursa Saham Australia, maskapai itu mengatakan bahwa akan melanjutkan operasi rute-rute domestik dan internasional terjadwal miliknya.

Virgin Australia saat ini terpaksa menangguhkan semua penerbangan internasional dan mengurangi penerbangan domestik secara drastis akibat pembatasan perjalanan yang diberlakukan pemerintah sebagai tanggapan atas pandemi virus korona.

Ambruknya maskapai yang tengah mengalami kesulitan ini terjadi setelah gagal mendapatkan bantuan keuangan dari pemerintah negara bagian dan federal Australia agar tetap dapat beroperasi. Seperti diketahui, pemerintah Australia telah menolak permintaan pinjaman Virgin sebesar US$ 888 juta.

Meski begitu, CEO Paul Scurrah mengatakan bahwa perusahaan itu bertekad untuk terus mengudara.

Virgin memang sedang mengalami kesulitan untuk membayar utang sebesar AU$ 5 miliar setelah beberapa tahun merugi. Beberapa analis memperkirakan bahwa maskapai mungkin bertahan hidup dengan mengorbankan layanan internasional dan fokus pada pasar domestik Australia.

Para pemegang saham utama Virgin Australia adalah Singapore Airlines, Etihad Airways, Nanshan Group dan HNA Group, miliarder Inggris Richard Branson –kelima pemegang saham asing ini menguasai 90% saham maskapai. (Banyu)