Connect with us

Mancanegara

Trump Tidak Akan Membuat Korut Tergesa-gesa Soal Denuklirisasi

Published

on

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. (FOTO: AP/Evan Vucci)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. (FOTO: AP/Evan Vucci)

NUSANTARANEWS.CO, New York – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa dirinya tidak akan membuat Korea Utara (Korut) tergesa-geas untuk melakukan denuklirisasi. Sebab, kata Trump, pihaknya bakal menghormati seluruh proses denuklirisasi yang akan dilakukan Korut.

“Saya punya banyak waktu di dunia,” kata Trump seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (28/9).

Bahkan, Trump menyampaikan bahwa, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tengah mempersiapkan kunjungan ke Pyongyang bulan depan. Hal tersebut ia sampaikan dengan nanda ringan dan santai.

Nampak ada perubahan mencolok sejak ia melakukan pertemuan puncaknya dengan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura Juni lalu. Saat itu, Trump mengatakan situasi akan mengarah pada perlucutan senjata dengan cepat.

Sikap santai Trump ini juga menggambarkan keadaan yang kontras dengan klaim sepekan lalu oleh Pompeo yang mengatakan negosiasi akan mengarah pada denuklirisasi cepat Korut, yang akan selesai pada Januari 2021.

“Kami benar-benar akan melakukan sesuatu yang sangat penting, tapi kami tidak memainkan permainan waktu. Jika membutuhkan waktu dua tahun tiga tahun, atau lima bulan. Itu tidak masalah. Tidak ada uji coba nuklir dan tidak ada pengujian roket,” kata Pompeo.

Di sisi lain, Trump menunjuk pembekuan saat ini dalam pengujian Korut sebagai pencapaian signifikan yang tidak merugikan AS karena sanksi internasional belum dicabut.

Loading...

Trump juga menggarisbawahi hubungan baiknya dengan Kim. “Dia ingin membuat kesepakatan. Saya juga. Dia menyukai saya. Aku suka dia. Dia menulis saya dua huruf yang paling indah. Ini sejarah. Ini adalah karya seni yang indah,” tutur Trump.

Ia pun mengklaim tanpa bukti mantan presiden AS Barack Obama hendak berperang dengan Korut dalam beberapa pekan terakhir kepresidenannya. Trump juga sesumbar bahwa terpilihnya dirinya sebagai Presiden AS telah menyelamatkan dunia dari bencana.

“Jika saya tidak terpilih, Anda akan berperang. Dia siap berperang. Anda akan memiliki perang dan Anda akan kehilangan jutaan, bukan ribuan. Kamu tahu seberapa dekat dia menekan pemicu perang?” ujar dia.

Obama dilaporkan memperingatkan Trump selama masa transisi presiden bahwa Korut merupakan ancaman serius, tapi krisis semakin memburuk pada tahun pertama pemerintahan Trump, ketika Pyongyang melakukan tes terhadap bom termonuklir dan rudal balistik antarbenua.

Pewarta: M. Yahya Suprabana
Editor: Achmad S.

Terpopuler