Connect with us

Peristiwa

Tragedi Demokrasi Timpa Immawan Muhammad Randi, Ini Pesan Din Syamsuddin

Published

on

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin sebut lahan HGU (Hak Guna Usaha) milik Prabowo Subianto dimensi personal dan tak perlu didebatkan, Selasa (26/2/2019). (Foto: Romandhon/NUSANTARANEWS.CO)

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin sebut lahan HGU (Hak Guna Usaha) milik Prabowo Subianto dimensi personal dan tak perlu didebatkan, Selasa (26/2/2019). (Foto: Romandhon/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menyebut meninggalnya seorang kader Mahasiswa Muhammadiyah di Kendari, Sulawesi Tenggara bernama Immawan Muhammad Randi merupakan sebuah musibah dan tragedi demokrasi akibat tindakan represif yang patut disesalkan.

Atas peristiwa nahas tersebut, tokoh nasional bernama lengkap Muhammad Sirajuddin Syamsuddin berpesan kepada segenap keluarga besar IMM atau AMM supaya memanjatkan doa agar almarhum memperoleh husnul khatimah.

Saya berpesan kepada segenap Keluarga Besar IMM/AMM di seluruh tanah air memanjatkan doa ke hadirat Allah SWT agar almarhum memperoleh husnul khatimah. Menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tragedi demokrasi akibat tindakan represif yang tidak dapat dibenarkan dan patut disesalkan,” ujar Din dikutip dari keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Baca juga: Kadernya Tewas Tertembak, IMM Desak Kapolri Usut Tuntas

Berikutnya, Din mengajak keluarga besar IMM dan AMM mendorong pengusutan yang jujur, adil dan transparan terkait meninggalnya Immawan Muhammad Randi.

“Agar tidak menimbulkan fitnah sebaiknya dilakukan autopsi oleh Tim Internal Muhammadiyah atau tim profesional dan imparsial,” imbuh Din.

Selanjutnya, dia mengimbau agar segenap warga Angkatan Muda Muhammadiyah tetap tenang dan tidak terhasut untuk melakukan tindakan anarkisme serta selalu bersatu padu berjuang sesuai jadi diri Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah dan Amar Makruf Nahyi Munkar. (ach/sld)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler