Connect with us

Rubrika

Tingkatkan Minat Baca Siswa, Disdik Sumenep Kembangkan Perpustakaan Digital

Published

on

minat baca, baca siswa, disdik sumenep, perpustakaan digital, nusantaranews

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Bambang Irianto. (Foto: Danial Kafi Hidayat/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Di era yang serba digital seperti saat ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berencana akan mengembangkan Perpustakaan berbasis digital dalam meningkatkan minat baca siswa.

Kepala Disdik Kabupaten Sumenep, Bambang Irianto, mengatakan, di era digitalisasi seperti saat ini tingkat minat baca masyarakat mulai mengalami penurunan apalagi ditingkat anak remaja khususnya para para pelajar.

“Merujuk pada hasil survei yang menunjukkan minat masyarakat membaca di Indonesia masih rendah, termasuk juga di Sumenep pelajarnya malah gemar main game dan Sosmed (sosial media, red) bukan gemar membaca literasi,” katanya Kamis (10/10/2019).

Menurutnya, perlu adanya semacam inovasi terbaru untuk mengimbangi sebuah kemajuan teknologi dalam mendorong minat baca masyarakat, pemuda dan juga pelajar. semisal dengan mengembangkan perpustakaan digital.

“Dengan cara seperti itu kami yakin minat baca masyarakat kembali bisa ditingkatkan. Pasalnya, masyarakat tidak perlu keluar rumah ataupun harus beli buku lagi karena buku-buku bacaan sudah ada dalam genggaman mereka,” jelasnya.

Kedepan pihaknya menyatakan akan terus berupaya memberikan berbagai inovasi dalam mewujudkan mutu pendidikan di Sumenep berkualiatas dengan salah satu upayanya yaitu dengan meningkatkan minat baca.

“Kita akan terus berupaya mengimbangi cepatnya perkembangan teknologi informasi, khususnya di dunia pendidikan dengan terus berinovasi, salah satunya dengan Perpustakaan Digital ini. Nah, ini juga selaras dengan program Sekolah Digital yang baru diterapkan tahun ini,” tegasnya.

Untuk meningkatkan minat baca siswa atau pelajar dan budaya literasi harus ditanamkan mulai dari dini di bangku sekolah. Yaitu dengan menerbitkan literatur melalui media telekomunikasi seperti smartphone.

“Ke depan ini, untuk menerapkan sebuah sistem baru harus disesuaikan dengan kondisi kehidupan remaja seperti apa, jika tidak dipancing dengan cara seperti itu maka sebaik apapun sistemnya sulit diterapkan dilingkungan para remaja yang kesehariannya hidup smartphone,” tutupnya.

Baca Juga:  Gubernur BI Klaim UMKM Sumbang 60,3% PDB dan 97% Tenaga Kerja

Pewarta: Danial Kafi Hidayat
Editor: Ach Sulaiman

Terpopuler