Connect with us

Ekonomi

Tanggapi Inflasi 0,27 Persen, Sri Mulyani: Masih Baik dan Terkontrol

Published

on

sri mulyani, menteri keuangan, inflasi, inflasi november, inflasi november 2018, nusantaranews, laporan bps, inflasi month to month, indeks harga konsumen

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani memberi tanggapan terkait hasil laporan inflasi November 2018 yang mencapai 0,27 persen. Sri Mulyani mengatakan, laporan BPS (Badan Pusat Statistik) terkait inflasi 0,27 dianggap masih baik dan terkontrol.

“Kita menganggap itu masih baik dan terkontrol ya dan ranch-nya 3,5% ini masih memiliki kemampuan dan kebijakan moneter yang baik,” ungkap Sri Mulyani, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Sebelumnya pada Senin, 3 November 2018, BPS memberikan laporan inflasi November 2018. Dalam laporannya, inflasi kali ini sebesar 0,27% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,56.

Jika dibandingkan laporan November 2017, maka inflasi November 2018 mengalami peningkatan. Dari yang sebelumnya 0,20 persen meningkat menjadi 0,27 persen.

Namun jika dibandingkan dengan inflasi Oktober 2018, inflasi mengalami penurunan sebesar 1 persen.

Inflasi month to month. Jadi itu tadi saya sebutkan kalau kita lihat dari bulan November 2018, itu inflasinya 0,27% itu lebih rendah. Sedikit lebih rendah dibandingkan Oktober (2018) 0,28%,” kata Kepala BPS Suhariyanto, di Jakarta Pusat, Senin, 3 Desember 2018.

“Tetapi 0,27% ini adalah lebih tinggi dibandingkan dengan posisi November 2017 yang sebesar 0,20%,” sambungnya.

Berdasarkan dari sisi pattern-nya, lanjut dia, kondisi pemicu meningkatnya angka inflasi November 2018 ini dinilai agak sedikit berbeda dengan inflasi November 2017.

“Kalau kita lihat pada bulan November 2018 ini 0,27%, ini penyumbang utamanya adalah dari sisi transportasi yang 0,10 yang tadi saya bilang yang transportasi. Sementara bahan makanannya pada bulan ini menyumbang 0,05,” ungkapnya.

Sementara pada November 2017 dengan inflasinya sebesar 0,20 persen, disebut karena saat itu kenaikan dari sisi transportasi masih rendah.

“Karena di sana penyebab utamanya adalah bahan makanan. Dan sumbangan beras sama 0,03% tetapi pada November 2017 itu kenaikan transportasi masih belum tinggi,” jelasnya.

Pewarta: Romadhon
Editor: Gendon Wibisono

Advertisement
Advertisement

Terpopuler