Tahun Politik Akan Jadi Penentu Sektor Ekonomi Indonesia di 2018

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini (Foto Istimewa)

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini (Foto Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO – Menghadapi tahun politik 2018 dan 2019 mendatang, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini mengingatkan kepada pemerintah tentang ancaman yang bisa menimpa Indonesia.

Dirinya menilai, risiko yang akan diakibatkan pada tahun politik adalah sektor ekonomi Indonesia di tahun 2018. Jazuli beranggapan stabilitas dan ketertiban masyarakat harus mendapat perhatian tersendiri pemerintah.

“Tidak bisa dilupakan kalau tahun 2018 dan 2019 adalah tahun politik. Risiko politik yang terdapat dalam Pilkada serentak di 171 titik akan mempunyai dampak yang besar. Ini akan berdampak terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban,” ujar Jazuli dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (1/1/2017).

Jika keamanan dan ketertiban tidak stabil, lanjut Jazuli maka bisa dipastikan para investor akan berpikir dua kali untuk berinvestasi di Indonesia. Menunggu sampai kondisi politik benar-benar stabil.

Saat arus investasi tertahan, maka target pencapaian ekonomi di Indonesia akan sulit dicapai. “Ini ditakutkan menyebabkan pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen akan sulit untuk tercapai,” terangnya.

Sementara itu Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi meramal bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2018 tak akan lebih baik dari tahun sebelumnya yang tak beranjak dari angka 5,05 persen.

Menurut dia, ekonomi tahun ini justru akan terhambat oleh program pembangunan pemerintah sendiri. “Pertumbuhan ekonomi ke depan akan terhambat oleh pembangunan infrastuktur yang begitu nafsu, dan tidak memperhatikan pembangunan sektor lain,” ujar Uchok, Senin (1/1/2017).

Editor: Romandhon

Exit mobile version