Connect with us

Sport

Sepak Bola dan Spirit Nasionalisme

Published

on

Sepak Bola dan Spirit Nasionalisme. (ILUSTRASI: Detikcom)

Sepak Bola dan Spirit Nasionalisme. (ILUSTRASI: Detikcom)

NUSANTARANEWS.CO – Sebentar lagi pagelaran akbar sepak bola piala dunia 2018 akan segera bergulir. Pada kesempatan ini, Rusia yang terpilih sebagai tuan rumah, telah menyiapkan 12 stadion terbaik dengan kapasitas rata-rata 45rb penonton di masing-masingnya dan akan berlangsung untuk 64 pertandingan.

FIFA World Cup dengan nama bekennya adalah ajang kompetisi sepak Bola tingkat dunia yang diselenggarakan oleh FIFA dalam empat tahun sekali secara bergilir, sehingga antusias dan fanatisme dari penduduk negara yang mana Tim Nasionalnya masuk sebagai peserta world cup 2018 menjadi kebanggaan dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Tidak hanya itu, pada umumnya pun tifosi rakyat Indonesia akan turut berbahagia jika idola negaranya termasuk bagian dari peserta World Cup 2018.

Sepak bola ini bagian dari cabang olah raga yang dimainkan oleh 11 Pemain dari kedua  tim dengan durasi waktu 90 menit baik kompetisi liga maupun fase group. Berbeda, jika telah memasuki fase knock out namun hasil masih imbang, maka durasi waktu pertandingan akan ditambah 30 menit, adapun jika hasil masih tetap imbang, maka dilanjutkan dengan tendangan penalty sampai keluar pemenang diantara kedua Tim tersebut.

Lebih dari itu, stadion khusus olahraga sepak bola, pada umumnya memiliki kapasitas ribuan penonton/supporter sebagai penyemangat yang senantiasa setia hadir di luar lapangan hijau. selain itu juga, ada segenap supporter yang menyaksikan di belakang layar, di cafe, rumah dan tempat-tempat ramai.

Melihat dari penjelasan sebelumnya, bahwa hal lain dari sebuah pertandingan sepak bola adalah membangkitkan spirit nasionalisme. Lebih mencintai negaranya sebab wasilah sepak bola. Lebih mementingkan menonton para pemain Timnasnya kala itu, Karna pertandingan ini mewakili para atlet terbaik atas nama Bangsa dan Negara, maka semua elemen masyarakat akan fokus menyaksikan dan mendoakan negaranya meraih kemenangan.

Gambaran lain, soal spirit nasionalisme juga dapat dilihat bahwa semua warga yang memiliki indeks penghasilan ekonomi di atas rata-rata, mereka rela meluangkan waktunya bertandang ke Rusia untuk menyaksikan langsung Timnasnya bermain di lapangan hijau.

Sebagaimana yang terjadi indonesia, spirit nasionalisme mendukung Timnasnya saat beraksi di lapangan. Pada saat bersamaan di bangku penonton, sesama supporter tidak lagi memandang mereka datang dari supporter klubnya, seperti The Jack, Viking, Bonex, Aremania dsb. Yang biasanya jika mereka satu tribun rawan terjadi bentrok. Namun ketika yang bermain di lapangan hijau atas nama Timnas Indonesia, alhasil mereka bersama-sama mendukung penuh tanpa kompromi.

Oleh karena itu, spirit nasionalisme dapat muncul di benak para warga negaranya masing-masing salah satunya melalui pertandingan sepak bola antarnegara seperti FIFA WORLD CUP 2018 yang akan bergulir bulan ini. Karena pada dasarnya, mencintai negara atau hubbul wathan dapat disalurkan dengan memberikan support, agar senentiasa dukungannya menjadi modal percaya diri sehingga mampu menoreh sejarah dan prestasi.

 

Penulis: Fahmi Saefuddin

Editor: Achmad S.

Komentar

Advertisement

Terpopuler