Connect with us

Lintas Nusa

Selasar Tower II Roboh, BEI Dinilai Ceroboh dalam Maintenance Gedung

Published

on

Peristiwa ambruknya selasar di sebuah lantai mezanin di gedung II Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Foto: Sulaiman/NusantaraNews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Insiden runtuhnya Selasar Tower II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta menjadi sorotan publik. Setidaknya, tercatat sebanyak 75 orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Anggota Dewan Pengawas Ketenagakerjaan, Baetul Khoeri mengatakan runtuhnya Selasar Gedung BEI menjadi bukti bahwa masih banyak perusahaan yang belum memperhatikan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) karyawan atau buruh.

“Insiden runtuhya selasar Gedung BEI menunjukan fakta, sekelas BEI masih belum memperhatikan keselamatan kerja karyawan,” ungkap Baitul saat dihubungi NusantaraNews, Selasa (16/1/2018).

Baitul menuding kecelakaan tersebut akibat dari kecerobohan perusahaan dalam melakukan maintenance terhadap gedung.

“Perusahaan ceroboh, dan tidak serius dalam pemeliharaan dan pengawas terhadap gedung,” tudingnya.

Oleh karena itu Baitul meminta kepada pihak-pihak terkait untuk turun tangan menyelidiki kasus tersebut.

“Saya minta pihak kepolisian, Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Kemenaker untuk menyelidiki ambruknya selasar gedung BEI. Apabila memang terbukti terjadi kecerobohan perusahaan, Kemenaker harus memberi sanksi pada BEI,” pintanya dengan tegas.

Baitul mengingatkan kepada seluruh perusahaan agar insiden ambruknya selasar gedung BEI ini menjadi pelajaran penting bagi perusahaan agar memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan kerja Karyawan.

“Kecelakaan kerja terjadi sebagai akibat dari belum optimalnya pengawasan dan pelaksanaan K3 serta perilaku K3 di tempat kerja. Ini harus dijadikan pelajaran agar setiap perusahaan menerapkan K3 dalam meminimalisir kecelakaan kerja,” tandasnya.

Reporter: Syaefuddin A
Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler