Connect with us

Mancanegara

Satu Skuadron Jet Tempur Joint Fighter Pakistan-Cina Bertugas di Perbatasan

Published

on

Jet tempur hasil kerja sama Chengdu Aircraft Industries Corporation (CAC) Cina dan Pakistan Aeronautical Complex (PAC), JF-17 Thunder dikirim ke perbatasan Pakistan. (Foto: Pakistan Air Force)

NUSANTARANEWS.CO, Islamabad – Satu skuadron pesawat tempur Aeronautical Complex JF-17 Thunder milik negara Angkatan Udara Paskistan (ABF) dikerahkan ke Pangkalan Samungli Pakistan, dekat Quretta, ibukota provinsi Balochistan. Jet tempur JF-17 Thunder ini merupakan armada udara hasil kerjasama (joint fighter) Chengdu Aircraft Industries Corporation (CAC) Cina dan Pakistan Aeronautical Complex (PAC) yang kini menjadi kekuatan udara ABF.

JF-17 Thunder di Cina dikenal dengan sebutan FC-1 Xiaolong atau Fighter China-1 Fierce Dragon. Oleh Pakistan nama tersebut dirubah menjadi Joint Fighter (JF)-17 Thunder.

Associated Press of Pakistan seperti dilansir Sputniknews melaporkan bahwa Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan (PAF), Sohail Aman mengatakan upaya ini merupakan bentuk langkah nyata Pakistan untuk menggalau musuh-musuh Pakistan dan tekadnya untuk merespon segala kemungkinan adanya serangan terhadap keamanan dan kedaulatan negara.

“Kami sudah mencermati persekongkolan musuh-musuh Pakistan yang terus menerus membidik dan kami bertekad untuk berisikap tegas dan meresponnya,” kata Sohail saat upacara pengukuhan dan pembentukan Skuadron Multirole Nomor 28 pada tanggal 28 Februari lalu.

JF-17 Thunder Pakistan ini dikatakan memiliki tugas pengintaian, penyerangan terhadap target di darat dan misi intersepsi udara. Sohail mengatakan jet tempur multirole ini nantinya bertanggung jawab atas pertahanan udara baik siang maupun malam, terutama di sepanjang perbatasan barat Pakistan; Afghanistan dan Iran.

Musuh yang disebut Sohail boleh jadi adalah pesawat-pesawat tak berawak milik pasukan AS yang dituduh Islamad melakukan serangan udara ke kamp-kamp pengungsian di wilayah Kurram, Pakistan barat. Namun, Kedutaan Besar AS di Pakistan menyebut tuduhan tersebut tak benar.

Namun begitu, Desember lalu Sohail meminta Angkatan Udara Pakistan menembak jatuh pesawat tak berawak dan jet tempur AS yang memasuki wilayah udara negara tersebut demi menjaga kedaulatan dan integritas teritorial Pakistan. (red)

Baca Juga:  Hadapi AS dan India, China-Pakistan Pererat Kerjasama Militer

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler