Connect with us

Berita Utama

Saingi Kapal Selam Nuklir Australia, Fregat Arrowhead Pun Dapat Dipersenjatai Rudal Jelajah Tomahawk

Published

on

Fregat Arrowhead 140 Dapat Dipersenjatai Rudal Jelajah Tomahawk

Saingi Kapal Selam Nuklir Australia, Fregat Arrowhead Pun Dapat Dipersenjatai Rudal Jelajah Tomahawk/Foto: Naval Post

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Dilansir Jane’s, PT PAL dilaporkan akan mengimplementasikan desain Arrowhead 140 (AH 140) untuk dua fregat varian kelas Iver Huitfeldt. Perusahaan BUMN tersebut juga mengkonfirmasi bahwa kontrak dua kapal senilai US$ 720 juta secara resmi telah berlaku, dan pekerjaan sedang berlangsung di Surabaya, untuk pembangunan pertama.

Meski begitu, sejauh ini pembicaraan antara PT PAL dan Babcock masih terus berlangsung terkait modifikasi desain yang akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Indonesia.

Seperti diketahui, kontrak pembukaan varian fregat Iver Huitfeldt dengan PT PAL yang berlangsung pada April 2020 – baru berlaku efektif mulai 24 Mei 2021, kata Kementerian Pertahanan, kutip Jane’s, Selasa (5/10)

Fregat kelas Iver Huitfeldt Denmark menjadi pilihan Indonesia karena terbukti memang pembangunannya jauh lebih murah untuk kapal sekelasnya.

Menariknya, fregat Iver selain fleksibel juga kompatibel karena menggunakan sistem modular STANFLEX atau standar Flex yakni sistem muatan misi modular yang digunakan oleh Angkatan Laut Kerajaan Denmark sehingga dalam waktu singkat memungkinkan kapal dapat beralih peran sesuai dengan kebutuhan misi baik peralatan maupun persenjataannya.

Misalnya posisi rudal di dek dapat mengakomodasi modul peluncur Harpoon Mark 141 8-sel, atau Mark 56 ESSM VLS 12-sel. Bahkan jika diperlukan dapat membawa rudal jelajah Tomahawk.

PT PAL sendiri setelah resmi menandatangani Licence Agreement dengan Rosyth Royal Dockyard Ltd (Babcock) pada 16 September lalu, memungkinkannya membangun dua fregat Arrowhead 140 di Indonesia dengan modifikasi desain khusus bagi kebutuhan TNI AL. Bila perlu dapat dimuati dengan modular rudal jelajah Kalibr Rusia yang sekelas Tomahawk guna mengimbangi Australia agar jangan petantang-petenteng di kawasan regional. (Agus Setiawan)

Baca Juga:  PBNU Bahas Konsolidasi Organisasi Sambut Abad Kedua Nahdlatul Ulama

Loading...

Terpopuler