Connect with us

Mancanegara

Rusia Pun Tuding Israel Pengancam Pesawat Sipil di Suriah

Published

on

Militer Suriah dilaporkan berhasil menembak jatuh sejumlah rudal Israel di dekat Ibu Kota Damaskus pada Selasa (25/12) kemarin. (REUTERS/Omar Sanadiki)

Militer Suriah dilaporkan berhasil menembak jatuh sejumlah rudal Israel di dekat Ibu Kota Damaskus pada Selasa (25/12) kemarin. (REUTERS/Omar Sanadiki)

NUSANTARANEWS.CO – Juru Bicara Kementeria Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan enam jet tempur F-16 Israel menggunakan 16 bom udara GBU-39 dalam serangan pada Selasa (25/12/2018) malam.

Pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia ini jelas bermakna tuduhan terhadap Angkatan Udara Israel atas serangan terhadap pesawat sipil yang mendarat di bandar udara Damaskus, Suriah, dan Beirut di Lebanon.

Dilansir dari Kantor berita Anadolu, Kamis (27/12), empat belas bom dihancurkan oleh sistem pertahanan Suriah tapi dua menghantam pusat logistik Brigade Angkatan Darat Suriah dan melukai tiga prajurit.

“Tindakan provokatif Angkatan Udara Israel itu pada malam 25 Desember 2018, ketika enam pesawat F-16, sewaktu berada di wilayah udara Lebanon dan menyerang wilayah Suriah, menciptakan ancaman langsung terhadap dua pesawat penumpang,” kata Konashenkov.

Sebelumnya, kantor berita Suriah, SANA melaporkan bahwa Angkatan bersenjata Suriah menembak jatuh sejumlah rudal Israel di dekat Ibu Kota Damaskus pada Selasa (25/12). “Sistem pertahanan udara Suriah mencegat rudal musuh yang diluncurkan pesawat tempur Israel dari wilayah Libanon,” bunyi laporan SANA.

Menurut lapoiran SANA, sebagian besar rudal Israel tersebut jatuh sebelum mencapai targetnya di dekat Damaskus. Kemudian tiga prajurit Suriah dinyatakan terluka dan satu gudang amunisi rusak akibat insiden tersebut.

Observatorium Hak Asasi Manusia untuk Suriah melaporkan hal serupa. Lembaga pemantau berbasis di Inggris melaporkan Israel telah melakukan serangan ke Suriah. “Sejumlah rudal ditembakkan dari pesawat Israel menargetkan gundang senjata di barat daya dan selatan Damaskus milik Hizbullah atau pasukan Iran,” ucap ketua lembaga tersebut, Rami Abdel Rahman.

Sementara itu, Israel mengklaim rudal-rudal tersebut diluncurkan sebagai upaya pertahanan sejumlah jet tempurnya diri dari tembakan Suriah.

Juru bicara militer Israel menolak mengomentari laporan tersebut ketika dihubungi AFP. Meski begitu, Israel menyatakan sistem pertahanan udaranya meledak ketika melawan rudal anti-pesawat yang diluncurkan dari Suriah. “Tidak ada kerusakaan yang dilaporkan terjadi akibat insiden itu.”

Selama ini, Israel telah beberapa kali meluncurkan serangan rudal ke wilayah Suriah. Tel Aviv mengklaim tembakan-tembakan tersebut diluncurkan guna menyerang militer Iran dan mencegah pengiriman senjata ke Hizbullah-salah satu kelompok militan Libanon yang didukung Iran. Sebagian besar rudal Israel tersebut menargetkan wilayah di selatan Damaskus.

Iran dan Hizbullah merupakan musuh bebuyutan Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah tidak akan membiarkan Teheran mengerahkan pengaruh dan instrumen militernya di Suriah yang masih dilanda perang sipil.

Iran diketahui selama ini mendukung Presiden Suriah Bashar Al-Assad. Mereka ikut mengerahkan pasukannya untuk membantu Assad melawan pemberontak di Suriah. Jika serangan Israel ke Suriah kemarin terkonfirmasi, hal itu menjadi yang pertama dilakukan negara Zionis setelah Amerika Serikat mengumumkan penarikan pasukannya dari negara tersebut.

Sekadar diketahui, pada September lalu, satu pesawat militer Rusia, Il-20, dihantam serangan serupa, sehingga menewaskan 15 prajurit di dalamnya. Saat itu, beberapa pesawat F-16 Israel memasuki wilayah udara Suriah dengan tujuan menyerang sasaran militer Suriah di Provinsi Latakia di bagian barat-laut Suriah.

Ketika sistem pertahanan udara Suriah, S-200, menanggapi pelanggaran tersebut, pesawat F-16 Israel bersembunyi di belakang pesawat Rusia yang dihantam satu rudal Suriah. Tak lama setelah itu, Moskow menyalahkan Israel.

Pewarta: M. Yahya Suprabana
Editor: Achmad S.

Advertisement

Terpopuler