Connect with us

Mancanegara

Rakyat Amerika Mulai Mempertanyakan Kekejaman Israel di Palestina

Published

on

Rakyat Amerika Mulai Mempertanyakan Kekejaman Israel

Rakyat Amerika Mulai Mempertanyakan Kekejaman Israel/Foto: common dreams

NUSANTARANEWS.CO – Rakyat Amerika mulai mempertanyakan kekejaman Israel di Palestina. Penembak jitu Israel terus menembak puluhan warga Gaza yang tidak bersenjata setiap hari Jumat tanpa ada liputan dari media. Namun perlahan tapi pasti, narasi pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan yang adil dan beradab oleh negara zionis tersebut mulai diguncang. Kekejaman Israel di Palestina mulai banyak dipertanyakan oleh rakyat Amerika sendiri.

Sejak Paul Findley, mantan anggota Kongres Amerika dari Illinois mempertanyakan pandangan mapan tentang Israel melalui bukunya pada tahun 1985 dan disusul oleh buku dua akademisi terkemuka John Mearsheimer dari University of Chicago dan Stephen Walt dari Harvard pada 2006 yang menulis tentang Lobi Israel dan Kebijakan Luar Negeri AS – banyak kalangan di AS mulai terpengaruh dan menaruh perhatian lebih.

Apalagi setelah baru-baru ini, dua wanita kongres junior mulai berbicara tentang pengaruh buruk Israel – tiba-tiba saja masalah ini menjadi polemik panas di media, bahkan menembus beberapa media mainstream. Ini pertanda baik bahwa kemampuan Israel dan lobiernya untuk mengendalikan narasi pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan oleh negara Yahudi itu mulai melemah.

Bahkan beberapa kandidat untuk nominasi 2020 telah mulai mengkritik perilaku Israel. Senator Michael Bennet dan Julian Castro misalnya mengatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan langkah keras jika Israel ingin mencaplok Tepi Barat.

Senator Vermont Bernie Sanders juga mendukung bahwa bagian dari bantuan AS saat ini harus segera digunakan untuk membantu meringankan krisis kemanusiaan Gaza.

“Solusi saya adalah mengatakan kepada Israel: Anda mendapat US$ 3,8 miliar setiap tahun, jika Anda menginginkan bantuan militer, Anda harus mengubah hubungan Anda secara mendasar dengan rakyat Gaza. Saya pikir adil untuk mengatakan bahwa sebagian dari dana itu harusnya sekarang menjadi bantuan kemanusiaan.”

Baca Juga:  Karya Seni Rupa Koleksi Negara Harus Diselamatkan, Berikut Caranya

Kandidat presiden Amerika, Senator Massachusetts Elizabeth Warren lebih jauh mengatakan, “Saat ini, Netanyahu mengatakan dia akan membawa Israel ke arah peningkatan permukiman, namun hal itu tidak menggerakkan kita ke arah solusi dua negara. Ini adalah kebijakan resmi Amerika Serikat untuk mendukung solusi dua negara, dan jika Israel bergerak ke arah yang berlawanan, maka semuanya ada di atas meja … Semuanya ada di atas meja.”

Sungguh menyegarkan bila para politisi Amerika mulai mengkritisi dan mengatakan hal yang benar terkait masalah konflik Palestina-Israel mengenai Solusi Dua Negara dan pelanggaran kemanusiaan di Palestina. Memang hanya Amerika yang dapat mengoperasi kanker internasional yang menghancurkan hukum internasional, kedaulatan negara-bangsa, dan kemanusiaan itu sendiri, dengan kebohongan perang dan terorisme internasionalnya. (Agus Setiawan)

Terpopuler