Connect with us

Kesehatan

Pujian Dari Orang Lain Disebut Bisa Memicu Rasa Percaya Diri Bagi Seorang Wanita

Published

on

pujian dari orang lain, percaya diri, rasa percaya diri, seorang wanita, nusantaranews

Pujian Dari Orang Lain Disebut Bisa Memicu Rasa Percaya Diri Bagi Seorang Wanita. (Foto: Ilustrasi/shutterstock.com)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Mendapatkan pujian dari orang lain dinilai sebagai salah satu pemacu rasa percaya diri terbesar bagi seorang wanita.

Sebuah jajak pendapat seperti dilansir Mirror menyebutkan wanita pada usia 50 tahun ke atas justru merasa diri mereka lebih berharga ketika memiliki kulit yang bagus, berat badan seimbang dan mengenakan pakaian yang bagus.

Kemudian, pemacu rasa percaya diri seorang wanita juga disebabkan oleh faktor tidur yang cukup, senyum orang lain terhadap dirinya dan menguasai pekerjaan mereka. Hanya saja, merasa tidak bugar dan menopause adalah dua hal yang bisa membuat seorang wanita tidak lagi memiliki rasa percaya diri.

Studi lain yang dilakukan oleh Healthspan menemukan beberapa hal yang bisa memicu rasa percaya diri wanita rendah. Pertama, berat badan bertambah, perasaan terisolasi dan hilangnya libido.

“Survei ini menyoroti sejauh mana kepercayaan diri wanita dan kesehatan mental mereka yang dipengaruhi oleh bertambahnya usia,” kata Dr Meg Arrol.

Namun, kata dia, pembahasan ini penting karena semakin terbuka seseorang maka akan dapat melindungi kesehatan mental wanita.

“Karenanya, penting untuk mencari solusi dari alasan yang mendasari timbulnya rasa percaya diri dan fokus pada hal-hal yang membuat wanita merasa tetap muda,” katanya.

Fakta mengungkapkan, seorang wanita yang berusia antara 18-25 tahun cenderung memiliki rasa percaya diri sangat tinggi. Terlebih jika mereka sudah kaya dengan pengalaman hidup, membuat mereka merasa lebih seimbang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Secara umum, dengan pengalaman yang besar akan datang perspektif yang lebih seimbang,” imbuhnya.

“Wanita di usia paruh baya cenderung kurang peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain. Mereka lebih banyak memilih sesuatu hal yang membuat mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri,” sambungnya.

(eda/nvh)

Editor: Eriec Dieda

Terpopuler