Berita UtamaLintas NusaRubrikaTerbaru

PR Dihapus Pemkot Surabaya, Lilik Hendarwati: Perlu Kajian Khusus Dampak Penghapusan

PR Dihapus Pemkot Surabaya, Lilik Hendarwati: Perlu kajian khusus dampak penghapusan
PR Dihapus Pemkot Surabaya, Lilik Hendarwati: Perlu kajian khusus dampak penghapusan

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur Lilik Hendarwati angkat bicarae terkait kebijakan Pemkot Surabaya yang menghapus Pekerjaan Rumah (PR)u Untuk pembelajaran ditingkat SD hingga SMP.

Politisi PKS tersebut mengatakan saat ini perlu perlu ada kajian khusus untuk penghapusan Pekerjaan Rumah bagi anak-anak.Tentu baik buruknya,sangat perlu di pertimbangkan. “Tidak saja membutuhkan kajian para pendidik, tapi juga perlu psikolog dan sosiolog,” jelasnya, Senin (31/10).

Menurut Lilik, dirinya melihat tidak semua kultur masyarakat siap menerima kebijakan tersebut.”Tentunya membutuhkan kearifan lokal, situasi dan kondisi daerah juga perlu menjadi pertimbangan,” jelasnya.

Tak hanya itu, sambung Lilik, juga dilihat terlebih dahulu apakah sekolah yang bersangkutan menggunakan sistem full day school atau setengah hari.

“Tentu kita berharap anak-anak punya kegiatan di rumah yang tetap positif untuk mengasah potensi diri mereka diluar nilai-nilai yang diajarkan di sekolah atau yang bersifat akademik.

Baca Juga:  Wilson Lalengke: Menjelang Natal dan Akhir Tahun, Kewaspadaan Perlu Ditingkatkan

Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya akan membebaskan pekerjaan rumah
atau PR. Bebas PR ini akan diterapkan mengurangi beban tugas kepada pelajar SD dan SMP. Sehingga waktu belajar anak hanya di sekolah saja.

Pemkot dan Dispendik Surabaya akan menerapkan penghapusan PR ini bertepatan pada Hari Pahlawan atau 10 November 2022 mendatang. Meski PR dihapus, Dispendik Surabaya akan menggantinya dengan menambah 2 jam pelajaran.

Waktu 120 menit itu akan dimanfaatkan oleh siswa untuk pendalaman karakter. Hal ini diterapkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bersosialisasi. Sedangkan untuk penyelesaian PR bagi siswa di tingkat SD dan SMP, bisa dilakukan melalui kelas pengayaan untuk diselesaikan di sekolah.

Pola pembelajaran pendalam karakter ini akan melatih para siswa untuk lebih aktif, mandiri, dan berani memberikan pendapat untuk menciptakan desain atau rencana pengembangan pengetahuan siswa. (setya)

Related Posts

1 of 15