Connect with us

Politik

Pilkada DKI Putaran Kedua, Internal Demokrat Pecah Jadi 3 Kelompok

Published

on

Politisi Demokrat dan juga Anggota DPR RI, Roy Suryo/Foto Deni Muhtarudin/Nusantaranews
Politisi Demokrat dan juga Anggota DPR RI, Roy Suryo/Foto Deni Muhtarudin/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat, Roy Suryo, mengungkapkan bahwa saat ini di dalam internal partai ada 3 kelompok yang berbeda pandangan terkait Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua nanti.

Memang, Roy mengakui bahwa Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini memutuskan berada di posisi penyeimbang yang artinya tidak memihak kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat ataupun Anies Baswedan-Sandiaga Uno, namun Partai Demokrat tetap mempersilakan para kadernya untuk memilih sesuai dengan hati nurani masing-masing.

“Ya Demokrat sesuai dengan arahan, kita non blok. Tapi non blok itu bukan berarti kita nggak milih ya, kami tetap memilih,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di Gedung Nusantara I DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Roy mengatakan, Partai Demokrat tidak ingin ada perpecahan di internal partai jika memaksakan kehendak kepada para kader. Menurutnya, Partai berlambang Mercy itu pun memberikan kebebasan kepada para kadernya untuk memilih siapapun.

“Tapi karena kami itu masih ada 3 kelompok di dalam (internal partai), masih ada pokoknya tetap milih Mas AHY (Agus Harimurthi Yudhoyono), tapi kan Mas AHY sudah nggak maju lagi, tapi juga kan nggak bisa dipaksa untuk memilih Mas Anies atau milih Pak Ahok, ya kalau kita paksa nanti malah pecah kan,” ujarnya.

Yang jelas, Roy menambahkan, para kader Partai Demokrat harus memilih, dan tidak menjadi Golongan Putih (Golput) di Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua nanti.

“Ya jadi kita serahkan ke pribadi masing-masing, pokoknya pilihannya ya nanti pas tanggal 19 April itu. Tapi harus milih, tidak boleh golput,” katanya. (DM)

Editor: Achmad Sulaiman

Loading...

Terpopuler