Hankam

Penguatan Pertahanan Semata-Mata Untuk Kewibawaan Teritori

NUSANTARANEWS.CO – Pengembangan dan penguatan sektor pertahanan menurut analis pertahanan nasional, Jagarin Pane dinilai penting untuk dilakukan guna memastikan kewibawaan teritori NKRI. Dirinya menambahkan, membangun kekuatan teritori tidak bisa tidak, harus menguatkan interoperability alutsista.

“Khusus dalam mengembangkuatkan militer, catatan kita adalah lebih seringlah berkoordinasi, berkomunikasi dan berinteraksi antara sesama petinggi. Petinggi Kemhan, petinggi TNI adalah person yang diamanahi untuk menghebatkan tentara kita,” ungkap Jagarin dalam keterang tertulis yang dilansir, Minggu (26/11/2017).

Menurutnya itu penting, mengingat anggaran sudah disediakan bahkan menjadi nomor satu terbanyak pada tahun 2018. Dirinya mengingatkan agar jangan sampai soal kebijakan pembelian alutsista ujungnya saling menyalahkan satu sama lain.

“Soal pembelian helikopter AW101 misalnya menjadi contoh kurangnya koordinasi dan bahkan saling melempar tanggung jawab, akhirnya terbuka korupsinya. Juga proses pengadaan 11 jet tempur Sukhoi SU35 yang memakan waktu bertahun-tahun memberikan kesan kurang greget dalam bermanajemen. Anggaran sudah disediakan jauh-jauh hari namun proses pengadaannya bertele-tele. Duit sudah ada kok malah mbulet,” sambungnya.

Baca Juga:  Wakil Bupati Nunukan Melepas Batalyon Armed 18/Komposit

Ketika jaman Trikora dan Dwikora, kata Jagarin, Indonesia hanya butuh tujuh tahun untuk menghebatkan militer menjadi yang terkuat di bumi selatan khatulistiwa. Padahal waktu itu kekuatan ekonomi Indonesia tidak sehebat sekarang.

Untuk menghebatkan militer pada jaman dulu tidak ada ribut-ribut soal pembelian alutsista. Tidak juga terdengar adanya korupsi. Semua dilakukan demi sebuah marwah. (*)

Editor: Romandhon

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 17