Connect with us

Politik

Pengamat: Dilihat dari Semiotika Politik, Jokowi Ingin Didampingi Cak Imin

Published

on

Presiden Jokowi langsung menjajal kereta Bandara, usai peresmian di Stasiun KA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (2/1) pagi. Foto: JAY/Humas/Setkab

NUSANTARANEWS.CO, Medan – Grafik pencitraan politik yang dilakukan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dinilai sedang naik daun sehingga patut diperhitungkan.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Dr Anang Anas Azhar MA menilai pasca Presiden Joko Widodo mengajak Cak Imin menghadiri peresmian kereta api cepat Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu membuat daya tawar ketum PKB semakin meningkat.

“Kehadiran Cak Imin ketika ikut peresmian kereta api itu, merupakan sinyal positif yang bagus. Pencitraan politik yang dibangun Cak Imim membuktikan, bahwa Cak Imin patut diperhitungkan menjadi cawapresnya Jokowi pada Pilpres 2019,” kata Anang Anas Azhar di Medan, Rabu (3/1).

Anang menyebutkan banyak makna terselubung di balik kebersamaan Jokowi dan Cak Imin di Bandara Soetta kemarin, jika dilihat dari pendekatan komunikasi politik. Menurutnya, secara tersirat momen itu menjelaskan bahwa Cak Imin adalah sosok potensial di mata Jokowi dan ingin merangkulnya lebih serius lagi di masa mendatang.

“Ini tes politik saja saya kira, kenapa saat dalam bus Cak Imin berdampingan langsung. Dalam pendekatan semiotika politik, Jokowi itu ingin didampingi Cak Imin. Nah, presiden melakukan tes dipublik untuk melihat apa reaksi publik,” papar Anang.

Selanjutnya, Anang menilai Cak Imin merupakan sosok yang piawai memainkan perannya sebagai publik figur dan aktor politik untuk menampilkan citra diri. Dan citra diri yang ditampilkan Cak Imin sesungguhnya ingin melihat reaksi publik saja. Sebab, kata dia, citra politik yang baik lambat laun akan mempengaruhi pandangan publik untuk pemilihan umum nanti.

“Citra politik mampu mempengaruhi pandangan politik seseorang, karena pencitraan bertujuan untuk membentuk opini publik, sehingga masyarakat memandang positif partai atau politisi yang sedang mengikuti kontestasi politik. Nah, saya melihat Cak imin sudah masuk dalam ranah pencitraan politik yang baik. Meski publik meresponnya sangat bervariasi,” kata Anang.

Baca Juga:  Cak Imin Desak PBB Bentuk Pasukan Keamanan Atasi Konflik Rohingya

Ditambahkannya, jika respon publik terhadap Cak Imin kuat, sangat dimungkinkan Jokowi akan meminta Cak Imin mendampingi di Pilpres 2019. Kendati masih relatif lama, katanya, namun citra politik untuk membangun opini publik dibutuhkan guna menjaga kestabilitan politik hingga elektabilitas Cak Imin terdongkrak secara bertahap.

Terakhir, Anang yakin citra dan elektabilitas Cak Imin di hari-hari ke depan akan semakin moncer. (red)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler