Connect with us

Terbaru

Pancasila Sebagai Ideologi

Published

on

Pancasila Sebagai Ideologi

Pancasila Sebagai Ideologi menolak PKI

NUSANTARANEWS.CO – Pancasila sebagai ideologi. Manusia dalam mengemban tugas hidupnya selalu dibebani oleh suatu obsesi yakni untuk mencapai kebahagiaan dalam hidupnya, meskipun makna kebahagiaan dapat saja berbeda antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Dalam rangka menggapai kebahagiaan tersebut manusia berpegang pada suatu pandangan hidup yang dijadikan acuan dalam mengejar kebahagiaan tersebut.

Pandangan hidup berisi gagasan dasar yang tumbuh berkembang dan mengkristal dalam masyarakat di mana manusia tersebut hidup. Pandangan hidup tersebut berisi gagasan dasar yang diyakini, mengandung kebenaran, dan apabila dilaksanakan secara konsisten akan mengarah pada terwujudnya cita-cita hidupnya. Tanpa pandangan hidup ini manusia tidak memiliki pegangan dalam membawa diri dan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi. Tanpa pandangan hidup manusia akan terombang-ambing dalam perjalanan hidupnya, tidak memiliki tujuan yang jelas dan pasti, serta tidak memiliki cara yang tangguh dalam mengatasi permasalahan dimaksud. Pandangan hidup yang berisi gagasan dasar secara sistematik berkembang menjadi ideologi.

Demikian pula halnya dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara memerlukan ideologi yang dijadikan panduan dalam menyelenggarakan kehidupan berpemerintahan dan bernegara. Pada akhir abad XX timbul pendapat bahwa ideologi telah mati, namun realitas menunjukkan bahwa memasuki abad XXI setiap negara masih memiliki ideologinya masing-masing, bahkan timbul ideologi transnasional yang perkembangannya menembus antar bangsa. Agar ideologi ini dapat didudukkan secara tepat dalam hidup berbangsa dan bernegara, sehingga dapat dimanfaatkan guna mengantisipasi perkembangan berbagai ideologi, maka dipandang perlu memahami makna ideologi secara tepat dan benar, serta bagaimana ideologi ini diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pengertian Ideologi  

Ideologi berasal dari kata Yunani idein yang berarti melihat dan logia yang berarti kata atau ajaran, sehingga ideologi  adalah ilmu tentang melihat ke depan atau cita-cita, gagasan atau buah pikiran. A. Destult de Tracy (+ 1836) berpendapat bahwa ideologi merupakan bagian dari filsafat, karena filsafat mendasari semua ilmu seperti pendidikan, etika dan politik.

Baca Juga:  Kebijakan Pemerintah Tak Memberikan Peluang Indonesia Memiliki Martabat
Loading...

Dr. Alfian berpendapat bahwa ideologi adalah pandangan hidup atau filsafat yang berintikan serangkaian nilai (norma) atau sistem nilai dasar yang bersifat menyeluruh dan mendalam yang dimiliki dan dipegang oleh suatu masyarakat atau bangsa sebagai wawasan atau pandangan hidup mereka. Nilai dasar tersebut biasanya bersumber dari budaya dan pengalaman sejarah masyarakat atau bangsa, berakar dan hidup dalam realita kehidupan mereka, terutama pada waktu mereka berkonsensus untuk menjadikannya ideologi.

Prof. Padmo Wahjono, SH, berpendapat bahwa ideologi diberi makna sebagai pandangan hidup bangsa, falsafah hidup bangsa, berupa seperangkat tata nilai yang dicita-citakan yang direalisir di dalam kehidupan berkelompok. Ideologi ini akan memberi-kan stabilitas arah dalam hidup berkelompok dan sekaligus memberikan dinamika gerak menuju ke tujuan yang dicita-citakan.

Prof. Dr. Soerjanto Poespowardojo memberikan arti ideologi sebagai keseluruhan pandangan cita-cita, nilai dan keyakinan yang ingin mereka wujudkan dalam kenyataan hidup yang konkrit.

Syafaat Habib berpendapat bahwa ideologi adalah suatu kepercayaan politik sebagai hasil kemauan bersama, sehingga membentuk keyakinan yang kokoh dalam komunitas politik. Ideologi ini dalam perjalanan sejarah bangsa akan dijadikan landasan tidak bergerak yang tangguh, dan sekaligus menjadi cita-cita yang harus diwujudkan dalam kehidupan nyata masa kini dan masa selanjutnya.

Dari berbagai pendapat tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ideologi adalah:

Suatu ideologi akan mantap apabila mengandung konsep yang diakui kebenarannya, mempunyai prinsip yang disepakati bersama, mengandung nilai dasar, membudayanya nilai-nilai yang terkandung dalam idiologi tersebut yang selanjutnya diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam membudayakan dan mengimplementasikan ideologi berpegang pada sistem kepercayaan yang dianut oleh masyarakat yang bersangkutan secara dinamis.

Baca Juga:  Masyarakat Diminta Tak Khawatirkan Seruan People Power dari Amien Rais

Dengan kata lain ideologi adalah: “Gagasan, cita-cita yang mengandung konsep, prinsip, dan nilai dasar yang membentuk sistem nilai yang utuh, bulat dan mendasar yang merupakan pencerminan dari pandangan hidup dan fIlsafaT hidup suatu bangsa, berbentuk kepercayaan politik yang kokoh sebagai hasil kemauan bersama dan menjadi landasan yang tangguh dan arah yang jelas dalam mencapai tujuan bersama.” Disamping itu dapat juga dikatakan bahwa Ideologi adalah ajaran, doktrin, teori atau ilmu yang diyakini kebenarannya dan disusun secara sistematis serta diberi petunjuk pelaksanaannya guna menanggapi dan menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.[]

Penulis: Soeprapto (Ketua LPPKB)

Loading...

Terpopuler