Connect with us

Politik

PAN dan Golkar Bergabung, Jokowi Ambisius Maju Lagi di Pilpres 2019?

Published

on

Direktur Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali Munhanif

Direktur Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali Munhanif

NUSANTARANEWS.CO – Direktur Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali Munhanif, menilai bahwa Joko Widodo (Jokowi) masih ambisius untuk maju kembali di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Hal itu menurut Ali, bisa terlihat dari diakomodirnya Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) masuk ke dalam Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) pada Reshuffle Jilid II kemarin. Strategi ini, sambung Ali, sebagai langkah awal Jokowi mendapatkan dukungan tambahan di 2019 nanti.

“Dukungan Golkar di 2019 ke Jokowi, sebab ingin terus memimpin. Jokowi terlalu ambisius dengan target pembangunan karena modal politik lemah dan berada di kondisi yang labil,” ungkapnya saat ditemui di kawasan Ciputat, Tangeran Selatan, Senin (8/8/2016).

Selain itu, Ali menyebutkan, indikasi lain Jokowi masih ambisius ialah dengan diluncurkannya program pemberian uang tunai kepada masyarakat melalui berbagai macam kartu, mulai dari Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). “Semua Presiden pasca reformasi memberi uang tunai ke rakyat seperti SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), agar terpilih kembali di periode kedua,” katanya.

Akan tetapi, Ali mengatakan, pada program bantuan tunai Jokowi, ada kendala fiskal yang harus dihadapi. Oleh karena itu, kebijakan Tax Amnesty mau tidak mau harus dijalankan oleh Jokowi.

Loading...

“Jokowi saat ini meski menjalankan program yang sama, namun terkendala ruang fiskal yang menyusut. Tax Amnesty didorong untuk sedot dana asing dan apabila itu menyentuh Rp1000 triliun, maka Jokowi bisa lenggang di 2019,” ujar pria yang juga dosen ilmu sosial dan politik itu. (deni/red-01)

Baca Juga:  Indonesia Tuan Rumah IMCT
Loading...

Terpopuler