Connect with us

Peristiwa

Oknum Staf Dinkes Sumenep Diduga Bertindak Arogan Kepada Wartawan

Published

on

Stop kekerasan terhadap wartawan. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Stop kekerasan terhadap wartawan. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Salah seorang wartawan televisi swasta nasional bernama Didik Setia Budi mendapatkan sambutan tidak baik dari seorang perempuan yang mengaku salah satu staf Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep.

Perempuan bernama Rahmah Khalifah, melakukan tindakan dengan mengusir wartawan yang hendak konfirmasi persoalan kondisi lumpuh yang diderita salah satu keluarga yang ada di Sumenep, Selasa (8/5).

Selain melakukan pengusiran, perempuan yang mengaku staf Dinkes tersebut juga mengibas-ngibaskan tangannya sampai mengenai kamera yang dipegang oleh wartawan stasiun TV nasional yang tengah bertugas.

Parahnya lagi, staf Dinkes tersebut sampai mengeluarkan kata-kata kasar yang tidak seharusnya dilontarkan oleh dirinya yang merupakan seorang abdi negara.

Didik yang mendapat sambutan tak baik merasa sangat begitu kecewa. Dirinya datang dengan maksud baik dan juga dilengkapi identitas resmi ternyata mendapat sambutan yang begitu mengecewakan. Perempuan yang mengaku staf Dinkes tersebut menyebut Didik wartawan kurang ajar.

“Saya bingung dan juga kecewa entah kenapa staf tersebut memberikan sambutan yang tidak menyenangkan tersebut,” ucap Didik.

Sementara itu, Kabid Kepegawaian Dinkes Sumenep Nur Insan membantah ada staf Dinkes tersebut melakukan tindakan tak baik terhadap wartawan. Menurutnya, apa yang dilakukan Rahmah Khalifah lantaran dirinya kelelahan.

”Kalau secara prosedur sebagaimana terjadi selama ini, tidak perlu melayangkan surat permohonan hanya untuk wawancara. Kita selama ini welcome dengan teman-teman wartawan,” ujarnya.

Kata Nur Ihsan, terkait dengan tindakan staf Dinkes tersebut, yang diduga telah mengintimidasi wartawan, pihaknya berjanji akan melakukan komunikasi lebih lanjut dengan kepala Dinas Kesehatan.

”Besok akan kami bicarakan dengan staf itu, termasuk kepala Dinas Kesehatan,” pungkasnya.

Baca Juga:  DPRD Jatim Prihatin 300 Mahasiswa Magang Asal Indonesia Jadi Tenaga Kerja Paksa di Taiwan

Pewarta: M. Mahdi
Editor: Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler